Saturday, 18 November 2017

Raja Salman Dikabarkan Segera Mundur untuk Beri Jalan Putranya

Indonesian Free Press -- Raja Salman dari Saudi Arabia dikabarkana akan segera mundur dari singgasana dan mengangkat putranya, Mohammad bin Salman, sebagai pengganti.

Seperti dilansir media terkemuka Inggris Daily Mail, Kamis (16 November), seorang pejabat senior Arab Saudi yang tidak disebutkan namanya, telah membocorkan informasi tersebut.

"Kecuali sesuatu yang dramatis terjadi, Raja Salman akan mengumumkan penunjukan Mohammad bin Salman sebagai Raja Saudi Arabia, minggu depan," kata sumber tersebut seperti ditulis Daily Mail.

Friday, 17 November 2017

Saudi Khianati Palestina untuk Serang Iran

Indonesian Free Press -- Saudi Arabia telah siap untuk menyerahkan sepenuhnya masalah Palestina kepada Israel demi ambisinya untuk menghantam Iran.

Seperti dilansir situs Moon of Alabama, 15 November, sebuah memo rahasia yang bocor dan dipublis oleh media Lebanon Al Akhbar menyebutkan bahwa Saudi Arabia telah bersedia untuk menyerah atas tuntutan atas hak kembali warga Palestina dan status Jerussalem sebagai ibukota Palestina sepenuhnya. Dengan kata lain, Saudi tidak lagi mendukung Palestina dalam urusannya dengan Israel. Sebagai kompensasi, Saudi meminta dukungan penuh Amerika dan Israel untuk melawan Iran.

Meski mengaku memo tersebut belum diverifikasi dan dikonfirmasi, Al Akhbar memiliki reputasi baik sebagai media yang sering mempublis dokumen-dokumen rahasia yang kemudian terbukti valid.

Thursday, 16 November 2017

Kudeta Zimbabwe, Tiran Mugabe Ditahan

Indonesian Free Press -- Upaya penguasa tiran Zimbabwe, Robert Mugabe, untuk mewariskan kekuasaan kepada istrinya harus berakhir mengecewakan setelah militer mengkudetanya. Kini, ia harus tinggal di dalam tahanan rumah dan menunggu nasib berikutnya yang tidak menentu.

Seperti dilaporkan BBC, Rabu petang (15 November), Mugabe kini tinggal dalam tahanan rumah di ibukota Harare menyusul terjadinya kudeta militer terhadap kekuasaannya.

"Militer Zimbabwe telah menempatkan Presiden Robert Mugabe di dalam tahanan rumah di ibukota Harere, Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma mengatakan," demikian tulis BBC dalam laporannya mengutip pernyataan Zuma setelah mengadakan pembicaraan telepon dengan Mugabe.

Menurut Zuma, Mugabe mengaku kondisinya dalam keadaan baik.

Wednesday, 15 November 2017

SIMAKLAH SEJARAH: SIAPA CINTA NKRI?

Oleh: Dr. Ir. Masri Sitanggang ( https://goo.gl/XvX9SS)
Aku betul-betul terganggu dengan tudingan anti NKRI, anti kebhinekaan dan anti Pancasila yang dialamatkan kepada kelompok Islam hanya karena mereka mengamalkan syariat agamanya. Aku tersinggung, marah dan “terpaksa” menuliskan kembali catatan-catan penting sejarah tentang perjuangan memerdekakan bangsa ini; agar jelas kelompok mana berperan sebagai apa : Pahlawan cinta NKRI atau bagian dari penjajah ? Terpaksa, karena akhlaq Islam mengajarkan umatnya untuk tidak menepuk dada, menyebut-nyebut kebaikan yang pernah dibuatnya. Karena itu pula Aku, dalam artikel ini, akan mengutip sumber-sumber dari kalangan non muslim.
Perjuangan kemerdekaan muncul karena adanya penjajahan dan itu dimulai sejak Portugis menyerang Kesultanan Malaka di sekitar tahun 1511. Sebelum itu, tidak ada perjuangan kemerdekaan, artinya, tidak ada penjajahan. Meski berbeda suku bangsa dan bahasa di tengah mayoritas muslim, rakyat hidup aman tentram di bawah Pemerintahan Kesultanan. Nusantara ketika itu memang berada di bawah kekuasaan kesultanan-kesultanan di mana antar kesultanan terjalin hubungan erat bahkan hingga ke luar Nusantara; dan perlu diingat, yang namanya Sultan sudah pastilah muslim dan Syariat Islam diberlakukan.

“SULAP KPK”

Dengan ilmu retorika dan bantuan Public Relations asing, KPK menyihir kita dengan sulap tak berujung
RJ. Lino, mantan Dirut PT. Pelindo II tersangka dengan perhitungan kerugian negara oleh BPK RI Rp. 4,08 T, bebas keluyuran.
Sudah 2 tahun bersama adik seorang mantan pimpinan KPK dalam perlindungan orang kuat. Gak diproses.

Tuesday, 14 November 2017

Konspirasi Zionis Internasional untuk Lucuti Senjata Nuklir Pakistan

Indonesian Free Press -- Pakistan adalah satu-satunya negara Islam yang memiliki senjata nuklir sebagai pertahanan ampuh menghadapi ancaman asing, khususnya India, yang telah terlebih dahulu memiliki senjata serupa. Penghargaan besar harus diberikan kepada pemimpin Pakistan Ali Bhutto dan Jendral Zia Ul Haq yang menyadari bahaya yang mengancam Pakistan tanpa senjata nuklir. Dan karena itu pulalah maka Jendral Zia harus mengorbankan nyawanya setelah plot zionis meledakkan helikopternya dan mencabut nyawanya pada tahun 1988.

Namun, karena itulah maka kalangan zionis internasional tidak pernah berhenti berusaha untuk melucuti senjata tersebut. Menyadari hal itu, Pakistan telah menerapkan standar tinggi untuk menjaga keamanan senjata-senjata nuklirnya. Berkaitan dengan hal itu, Islamabad telah menerapkan sejumlah prosedur keamanan tinggi, seperti Nuclear Security Action Plan (NSAP), Mobile Expert Support Teams (MEST) dan Nuclear Emergency Management System (NEMS). Selain itu, Pakistan juga telah membentuk pasukan khusus Strategic Plans Division (SPD) berkekuatan 25.000 personil yang bertugas mengamankan asset-asset nuklir Pakistan.

Wikileaks Bongkar Rencana Cina Sekulerkan Indonesia

Indonesian Free Press -- Sudah berulangkali blog ini menulis tentang hubungan komunisme dengan zionisme sebagai hubungan 'anak-bapak'. Maka ketika muncul kabar tentang upaya pemerintah komunis Cina untuk mensekulerkan Indonesia, kami tidak terlalu terkejut. Meski biasanya urusan sekulerisme, liberalisme dan sebagainya adalah pekerjaannya anak-anak zionisme yang lain, seperti orang-orang JIL atau syiah ahok dll yang bukan komunis.

Seperti dilaporkan situs Yes Muslim baru-baru ini, Cina menginginkan muslim yang merupakan 85 persen dari 240 juta penduduk Indonesia menjadi sekuler. Sekulerisasi itu bertujuan untuk membuat muslim di Indonesia 'welcome' dengan kepentingan Cina yang sekarang sudah hampir menguasai Indonesia, terutama setelah naiknya regim Jokowi.

Syiah Ahok Menfitnah Amien Rais

Agus Susanto 
Tanggapan Amien Rais Atas Issue Hoax,
Bahwa Mumtaz Rais (Anak Amien Rais)
Nyalon Sebagai Wakil Gubernur Sumatera Utara.
"Buat Saya Itu Penghinaan. 
Apalagi Berita Media Yang Mengatakan
'Amien Rais Sumringah Senang Sekali Mumtaz Dijadikan Cawagub Sumut'...
Itu Cebong-Cebong,
Yang Tidak Ada Tanggung Jawab.
Jadi Cebong-Cebong Selamat Jalan,
Silakan Pergi Ke Laut.
Insya Allah Kami Tetap Punya Aqidah Yang Kuat."
"Ini Kegendengan,
Yang Buat Saya Kira Gendeng,
Perlu Dioperasi Pikiran Akal Sehatnya Itu.
Saya Sebagai Bapaknya Mengatakan Sama Sekali Tidak Betul,"
Kata Amien Rais.

Saturday, 11 November 2017

Warga Lebanon Percaya Perdana Menteri Mereka Ditahan Saudi Arabia

Indonesian Free Press -- Warga Lebanon, terutama keluarga dan koleganya percaya bahwa Perdana Menteri Saad Hariri tengah menjalani penahanan di Saudi Arabia setelah pengunduran dirinya akhir pekan lalu (4 November). Mereka pun meminta agar Hariri kembali ke Lebanon.

Seperti dilaporkan Reuters, Sabtu (9 November), setidaknya empat pejabat tinggi Lebanon yang tidak disebutkan identitasnya menyatakan keyakinannya bahwa Hariri telah ditahan oleh pemerintah Saudi Arabia.

"Lebanon percaya bahwa Saad al-Hariri tengah menjalani penahanan di Saudi Arabia, dimana ia menyatakan pengunduran diri sebagai Perdana Menteri Lebanon, dua pejabat tinggi di Beirut mengatakan, di tengah krisis yang mendalam yang mendorong Lebanon ke tengah-tengah medan perang dari perebutan pengaruh antara Saudi Arabia dan Iran," tulis kantor berita Inggris itu.