Saturday, 25 March 2017

Tentang Perjuangan Warga Kendeng

Indonesian Free Press -- Gambar SEDERHANA Kasus WARGA KENDENG, yang DIPERJUANGKAN IBU PATMI Hingga beliau MENINGGAL...mereka Protes Bukan minta dibelikan MOBIL BARU spt yg kemarin protes mobilnya Mogok, mereka Protes krn mereka butuh Ngopi dan Singkong untuk sarapan...
syukur2 bisa makan ROTI karena jokowi jadi PRESIDEN, Tapi Tempat mereka Bekerja untuk membeli Kopi dan Singkong JANGAN DIHILANGKAN

Friday, 24 March 2017

Yang Berkuasa Sebenarnya Konglomerat

Indonesian Free Press -– Ketua Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshidiqqie mengatakan, saat ini keberadaan pengusaha muslim di Indonesia semakin minoritas. Oleh karena itu, Syarikat Kebangkitan Pemuda Islam (SKPI) harus mampu menggerakkan perekonomian.

“Kalau dari perspektif penduduk, kita mayoritas muslim. Kalau perspektif ekonomi, kita yang muslim justru minoritas. Dari 50 orang terkaya di Indonesia hanya 5 pengusaha muslim,” kata Jimly saat menerima kunjungan pengurus SKPI di Jakarta, Senin (20/3).

Disampaikan, saat ini yang berkuasa di Indonesia adalah para pengusaha dan pemilik modal. Mereka yang mengatur politik dan kepentingan publik di Indonesia, bahkan mereka berani membiayai para politikus dan calon penjabat di daerah untuk menyedot potensi alam jika berhasil memenangkan Pilkada. Oleh karena itu, pengusaha muslim harus mengambil alih kekuasaan dari tangan-tangan jahat. Sudah saatnya pengusaha muslim mengalihkan kekuasaan ke arah yang lebih positif.

Iran Kendalikan Sistem Pertahanan Udara Suriah

Indonesian Free Press -- Iran dikabarkan telah 'mengambil-alih' pengendalian sistem pertahanan udara Suriah setelah adanya kecurigaan bahwa Rusia telah 'bermain mata' dengan Israel untuk menyerang Suriah.

Seperti dilansir Veterans Today, Rabu (22 Maret), para insinyur Iran berhasil mengubah kode-kode rahasia sistem pertahanan udara Suriah sehingga mampu mengantisipasi dan mengidentifikasi serangan udara Israel di Suriah. Hasilnya, sistem pertahanan udara Suriah berhasil mengetahui serangan udara Israel pada hari Jumat (17 Maret) dan menembakkan rudal-rudal ke arah pesawat-pesawat tempur Israel di Palmyra.

Suriah mengklaim berhasil menembak jatuh satu pesawat tempur Israel dan merusak satu pesawat lainnya. Namun Israel membantah klaim tersebut. Selain itu, Hizbollah juga menembakkan rudalnya ke pangkalan udara Israel, meski bisa ditangkal oleh rudal Arrow-3 Israel.

Thursday, 23 March 2017

Eskalasi Baru Perang Suriah, Ratusan Tewas di Suriah Selatan

Indonesian Free Press -- Pemberontak Suriah kembali melancarkan serangan besar-besaran dengan dukungan Amerika dan sekutu-sekutunya di kawasan, terutama Qatar dan Yordania. Ratusan orang tewas dalam eskalasi baru konflik Suriah ini.

Senin, 20 Maret 2016, pesawat-pesawat pembom tempur F-16 koalisi pimpinan Amerika menyerang Desa al Mansourah, menghancurkan sebuah bangunan yang menampung pengungsi dari sekitar Aleppo. Sebanyak 143 warga terutama pengungsi tewas akibat serangan itu dan 500 orang terluka.

Bangunan itu dihantam dengan bom yang dikendalikan dengan sinar laser yang dijatuhkan pesawat F-16.

Sebelumnya pada hari Jumat pekan lalu, ratusan pemberontak yang baru saja mendapatkan suplai senjata dari Israel dan Qatar, menyerbu Damaskus. Mereka berusaha mendobrak kepungan militer Suriah di distrik Jobar. Sementara itu sebanyak 50 teroris menyusup ke tengah kota Damaskus, menyerang fasilitas-fasilitas militer di kota ini dan menimbulkan kekacauan selama beberapa jam sebelum operasi khusus digelar militer Suriah untuk melumpuhkan para teroris. Diperkirakan puluhan orang tewas dalam aksi tersebut.

PLEDOI BAMBANG TRI

Indonesian Free Press -- pada tahun 1966,dalam hari-hari terakhir kekuasaannya,Bung Karno pernah menyampaikan pidato didepan MPRS yang berjudul NAWAKSARA.

Itu adalah pidato pertanggung jawaban Presiden yang berisi penjelasan politik tentang G-30 S / PKI.
Bung Karno menyebut PKI keblinger, G 30 S / PKI adalah ulah NEKOLIM [NEO KOLONIALISME],Dan menjanjikan solusi politik soal G 30 S / PKI.

Pidato itu ditolak oleh MPRS yang diketuai Pak Nasution. MPRS menuntut Presiden diajukan ke Mahkamah Militer Luar.Biasa dan membubarkan PKI. MPRS meminta pertanggung jawaban Presiden melalui sidang berikutnya.

Pidato kedua Bung Karno lebih singkat dan diberi judul 'PELENGKAP NAWAKSARA'.

Awas Amerika, NATO, Militer Rusia Masuk ke Libya

Indonesian Free Press -- Rusia dikabarkan mulai bermain di Libya dan militernya tengah bersiap-siap masuk ke negara yang dilanda kekacauan setelah tumbangnya pemimpinnya, Moammar Khadafi, tahun 2011. Demikian laporan Graham Vanbergen di situs Global Research, 20 Maret.

Menurut laporan tersebut pasukan khusus Rusia telah membangun basis di dekat perbatasan Mesir dengan Libya sebelum memasuki wilayah Libya timur dimana pemerintahan Libya berkantor di Tobruk setelah faksi-faksi Islamis menduduki Tripoli.

"Segalanya tampak tidak terlalu baik saat ini setelah Rusia mulai menampakkan ambisinya untuk mendapatkan kembali pengaruhnya di negara bekas sekutunya itu," tulis Global Research.

Turki-Iran Bersaing Dapatkan S-400 Rusia

Indonesian Free Press -- Turki dan Iran dikabarkan tengah bersaing untuk mendapatkan sistem pertahanan udara tercanggih di dunia S-400.

"Pemimpin Turki telah menyatakan ketertarikan Ankara untuk membeli sistem pertahanan S-400 Triumf, salah satu dari sistem pertahanan udara paling canggih di dunia buatan Rusia. Kedua negara (Turki dan Rusia) akan memperoleh keuntungan jika kesepakatan itu terwujud," tulis Sputnik News, 20 Maret lalu.

Menurut laporan itu keinginan Turki itu telah disampaikan dalam pertemuan antara Presiden Turki Yayyep Erdogan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin bulan Maret 2014. Kemudian pada tanggal 14 Maret lalu Sergey Chemezov, CEO BUMN Rostec yang memproduksi S-400, membenarkan bahwa Ankara berkamsud akan membeli S-400 jika Rusia menyediakan pinjaman.

Selamat Tinggal Iran, I Love Indonesia (8)

Indonesian Free Press -- Pada tanggal 15 Februari 1979, atau empat hari setelah para revolusioner berhasil merebut kekuasaan dari Raja Shah Pahlevi dan Perdana Menteri Shampour Bahtiar, empat orang perwira tinggi militer Iran dihukum mati dengan ditembak. Lokasi eksekusi adalah di atap sebuah sekolah yang menjadi tempat tinggal sementara pemimpin revolusi, Khomeini. Keesokan harinya, media-media Iran menampilkan gambar ke-empat mayat korban eksekusi di dalam kamar mayat. Sebagian di antara mereka tampak mengalami luka-luka parah karena siksaan.

Mehdi Rahimi, panglima militer Teheran yang menjadi salah satu korban eksekusi dan tampak mengalami bekas penyiksaan paling keras dengan tangan dan kakinya nyaris putus, adalah orang yang pada tanggal 11 Februari menolak mengerahkan pasukannya, termasuk Garda Immortal yang berkekuatan 30.000 pasukan dengan senjata lengkap. Jika saja ia mau bertindak seperti Jendral Al Sisi di Mesir dengana rela mengorbankan nyawa ribuan orang warga sipil, Revolusi Iran tahun 1979 hampir dipastikan akan mengalami kegagalan.

Sunday, 19 March 2017

Selamat Tinggal Iran, I Love Indonesia (7)

Indonesian Free Press -- Pada tahun 1963 Grand Ayatollah Mohammad Kazem Shariatmadari menyelamatkan Khomeini dari hukuman mati dengan cara mengakui Khomeini sebagai Ayatollah. Karena konstitusi Iran memang melarang seorang Marja untuk dihukum mati. Namun pada tahun 1986, Shariatmadari harus mengalami nasib naas, yaitu meninggal dalam tahanan rumah yang dijatuhkan Khomeini.

Mohammad Kazem Shariatmadari (5 January 1905 – 3 April 1986) adalah adalah seorang ulama besar Shiah Iran yang pengikutnya tersebar di sejumlah negara: Irak, Iran, Pakistan, India, Lebanon, Kuwait dan negara-negara Teluk Parsia. Berbeda dengan Khomeini yang memandang kekuasaan politik sebagai tujuan untuk mewujudkan cita-cita ideal negara Shiah Iran, Shariatmadari memilih cara-cara dakwah tradisional dengan menjauhi politik kekuasaan. Karena perbedaan pandangan itulah, Shariatmadari tercatat dalam sejarah sebagai salah seorang penentang Khomeini yang paling kuat.