Wednesday, 16 August 2017

KETIKA BONEKA JADI PEMIMPIN...!

@MH. Ainun Nadjib

"Kenapa rakyat mau memilih boneka, patung atau berhala untuk menjadi pemimpinnya?”

“Karena partai politik memperkenalkan calonnya dengan mendustakan kenyataannya. Calon pemimpin ditampilkan dengan pencitraan, pembohongan, dimake-up sedemikian rupa, dibesar-besarkan, dibaik-baikkan, diindah-indahkan, dihebat-hebatkan”

"Itu bukan politik namanya, Pak, itu kriminal”

“Memang bukan politik, melainkan perdagangan. Bukan demokrasi, melainkan perjudian. Memang bukan kepemimpinan, tapi talbis. Kalau dipaksakan untuk disebut demokrasi, ya itu namanya Demokrasi Talbis”

Bagaimana Saya Tidak Marah?

Indonesian Free Press -- Blog ini sudah mengkritisi jalannya pemerintahan negeri ini sejak era Presiden SBY. Awalnya kami menyangka era SBY akan menjadi puncak dari faham neoliberalisme yang menghancur-leburkan Indonesia hingga kami pernah menulis sbb:

'Saya pernah mengatakan di blog ini bahwa hal-hal yang sangat buruk karena kejahatan konspirasi mungkin saja terjadi, menyusul pidato kemenangan SBY yang menggunakan bahwa Inggris yang saya intepretasikan bahwa SBY siap mengemban misi kepentingan asing di Indonesia. Dan hal-hal buruk itu telah mulai menampakkan diri: Skandal Century, kasus Gayus, skandal pembangunan gedung DPR/MPR, dan melambungnya harga cabai yang ditanggapi menteri perdagangan dengan santai. Pembunuhan politik? Kita juga sudah sering mengalaminya: pembunuhan Munir, kematian Jendral Agus WH, pembunuhan pengusaha Nasrudin yang menjerat ketua KPK Antasari Azhar, dan kematian misterius seorang Jaksa Agung di Arab Saudi.'

Tuesday, 15 August 2017

Kanker Bukan Penyakit?

Indonesian Free Press -- Di jaman modern seperti sekarang ini, kanker merupakan penyakit pembunuh manusia terbesar di dunia setelah jantung. Padahal, di masa lalu kanker bahkan relatif tidak dikenal karena jarangnya. Para ahli sepakat bahwa lingkungan yang tercemar, polusi, makanan dan minuman buatan berbahan kimia merupakan faktor-faktor yang memicu munculnya penyakit kanker. Namun, ada faktor lain yang lebih penting dari itu semua, yaitu kekurangan vitamin B-17.

Demikianlah hasil temuan Dr. Ernst T. Krebs, Jr tahun 1950, ketika ia berhasil menemukan turunan Vitamin B-17 dan disebut sebagai 'Laetrile'. Dari penelitian intensif yang dilakukannya terbukti zat ini memiliki kemampuan tinggi untuk membunuh sel-sel kanker.

Sebelumnya, saya ingin menceritakan tentang pengalaman yang dialami abang ipar saya yang bekerja di McDermott, perusahaan asing fabrikasi peralatan pengeboran minyak lepas pantai di Batam. Diduga karena kelelahan dan kurang istirahat, ditambah selalu menghirup udara yang terkontaminasi oleh debu-debu logam yang ditimbulkan oleh aktifitas produksi perusahaan, ia menderita penyakit hati dan telah divonis dokter harus menjalani terapi kemo di Malaysia.

Yaman Klaim Kemenangan sudah Dekat

Indonesian Free Press -- Yaman mengklaim kemenangan atas pasukan koalisi pimpinan Saudi, sudah dekat. Pasukan Yaman pun kini sudah berada di perbatasan Saudi untuk menyerbu negara agressor itu.

Seperti dilaporkan Veterans Today hari ini (15 Agustus), Ketua Dewan Politik Tertinggi Yaman Saleh al-Samad mengklaim kemenangan itu dalam pidatonya di hadapan peserta wisuda kadet akademi militer hari Senin (14 Agustus)shrugged off the Saudi- led coalition’s claims about its advances in the Arabian Pe.

"Dengan sedikit tekad, kami sudah dekat dengan kemenangan, sementara musuh merasa telah mendorong Yaman ke dalam ketidak-berdayaan," kata Samad, seperti dilansir al-Masirah TV.

Saturday, 12 August 2017

Keajaiban DNA


Indonesian Free Press -- Kiriman mas Herry Cahyanto dari sebuah blog. Makasih banyak.
Melihat buku ini kembali dicetak ulang membuat saya penasaran, akhirnya saya memutuskan untuk membeli buku ini dan cukup surprised dengan cara Kazuo menulisnya.
Daripada berpusing pusing menjelaskan teori dan implementasi seputar genetika, Kazuo memilih untuk fokus menuliskan kesimpulan-nya, meski di bab tertentu seperti bab 5, Kazuo tetap secara ringkas menjelaskan aspek teknis dari genetika dalam salah satu percobaan-nya.

Putra Mahkota Saudi Diam-Diam Bertemu Rombongan Pejabat Israel

Indonesian Free Press -- Putra Mahkota dan Menteri Pertahanan Saudi Arabia Pangeran Mohammad bin Salman telah mengadakan pertemuan rahasia dengan para pejabat keamanan Israel minggu lalu. Demikian laporan Veterans Today mengutip laporan media Iran FARS News dan laporan sejumlah media Arab, Jumat (11 Agustus).

Media berbahasa Al Manar melaporkan, Rabu (9 Agustus), pertemuan berlangsung di Riyadh. Delegasi Israel dipimpin oleh seorang menteri.

“Pertemuan itu juga dihadiri oleh Kepala Inteligen Saudi, orang kepercayaan Pangeran Salman yang memiliki kedekatan dengan Dinas Inteligen Israel,” tulis laporan itu.

Milisi Irak Ancam Serang Amerika

Indonesian Free Press -- Milisi Irak Hashd al-Sha’bi mengancam akan menyerang balik Amerika setelah Amerika menyerang pasukan mereka dan menewaskan sejumlah besar personil.

Editor Veterans Today Ian Greenhalgh, dalam tulisannya tentang insiden itu menulis:

"Ada kekhawatiran yang tumbuh di Iraq dan Iran bahwa Amerika bermaksud untuk menciptakan konflik di Iraq ketika perang melawan ISIS hampir berakhir. Serangan terhadap milisi  Hashd Irak, pasukan yang dibentuk dan disuplai oleh Iran, sangatlah mencurigakan. Saya tidak ragu bahwa serangan ini disengaja."

Seperti dilaporkan media Iran ABNA, 9 Agustus lalu, komandan milisi Hashd al-Sha’bi, Karim al-Nouri, menuduh Amerika telah sengaja menyerang pasukannya. Ia juga mengungkapkan, Amerika sebelumnya telah mengancam akan menyerang pasukannya di al-Tanf, Suriah.

Friday, 11 August 2017

Antara Gibran Rakabuning dan Aryo Penangsang

Indonesian Free Press -- Pertemuan antara putra mantan Presiden SBY, Agus Yudhoyono, dengan putra Presiden Jokowi, Gibran Rakabuning baru-baru ini menjadi sesuatu yang 'viral' di media sosial. Mayoritas menyoroti apa yang dilakukan Gibran dalam pertemuan itu, mulai dari sikapnya yang 'pongah' hingga gaya pakaiannya yang 'nyleneh'.

Namun ada sesuatu yang menarik menurut pengamatan Indonesian Free Press, yaitu aspek sejarah politik Indonesia.

Bagi mereka yang memahami ilmu psikologi, kharakter 'luar' seseorang biasanya berkebalikan dengan kharakter sebenarnya dari orang itu. Untuk menutupi kelemahannya, seseorang akan menampilkan citra yang berkebalikan dengan kharakter sebenarnya. Seseorang yang alam bawah sadarnya menderita sindrom inferior biasanya akan berwatak diktator, meski ia menutupinya dengan sikap 'merakyat', sopan dan terbuka.

NEGARA BANGKRUT PENGUASA KAYA RAYA

Oleh: Salamuddin Daeng

Indonesian Free Press -- Bagaimana ini bisa terjadi? Sampai dengan akhir masa pemerintahan Jokowi 2019 mendatang, ada 32 kontrak migas yang akan mengalami perpanjangan karena kontraknya (PSC) berakhir.