Friday, 26 May 2017

Menko Maritim Minta Maaf setelah Berbohong

Indonesian Free Press -- Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan meminta maaf kepada masyarakat setelah berbohong perihal kematian bapaknya yang diklaimnya telah dibunuh oleh PKI.

"Almarhum ayah saya adalah seorang sopir bus Sibualbuali di Sumatera Utara. Beliau kemudian bekerja keras sehingga menjadi pegawai Caltex dan dikirim kuliah ke Cornell University, Amerika Serikat. Meninggalnya almarhum ayah saya tidak ada kaitannya dengan PKI," kata Luhut dalam hak jawab yang disampaikan kepada VIVA.co.id, Kamis (25 Mei).

Saat Ini, 80 Persen Ekonomi Nasional Dikuasai China

Indonesian Free Press -- Mantan Anggota Komisi III DPR, Djoko Edhi, menilai bahwa era reformasi saat ini lebih berbahaya dibandingkan dengan zaman Orde Baru (Orba). Kata Edhi, hal itu disebabkan karena saat ini etnis China ingin menguasai politik dan ekonomi Indonesia.

"Di Orde Baru itu terkendali dan dibatasi China tidak boleh masuk politik, militer dan birokrat," ujar Edhi kepada Jitunews.com, di Kompleks Senayan, Jakarta, Selasa (23/5).
 Politisi PAN ini juga memaparkan bahwa 80 persen ekonomi nasional Indonesia justru dikuasai China. Dan mirisnya, ungkap Edhi, umat Islam serta masyarakat asli Indonesia yang menjadi mayoritas tidak menikmatinya. Hal itu disebabkan, kaum mayoritas tidak pernah dapat bersatu.

Thursday, 25 May 2017

Anomali Regim Jokowi


Tangan-Tangan Setan Masih Mencengkeram Iran (2)

Indonesian Free Press -- Saking semangatnya membela Iran, saya sampai lupa melakukan konfirmasi ketika menulis 'tidak ada pejabat Iran yang sekolah atau bekerja di Barat'. Nyatanya, Presiden Rouhani adalah lulusan Glasgow University di Skotlandia, dan Menlu Mohammad Javad Zarif bahkan selama 11 tahun bersekolah di San Francisco State University (B.A.) dan University of Denver (M.A.), (Ph.D.). Sejumlah besar 'elit' penguasa Iran ternyata juga lulusan Amerika, termasuk anggota-anggota keluarga mantan presiden Iran yang juga pemimpin revolusi Iran, Hashemi Rafsanjani.

Dan jangan lupa. Pemimpin Tertinggi Iran dan pemimpin revolusi sekaligus pendiri negara Republik Islam Iran, Ayatollah Khomeini, selama belasan tahun tinggal di Perancis dan bergaul erat dengan elit-elit Barat.

Pada titik inilah, saya percaya penuh bahwa Iran tidak kebal dari kejahatan konspirasi zionis global penyembah dajjal. Dan dengan menggunakan akal yang saya punyai, fakta-fakta sejarah yang ada sebagaimana telah saya tulis dalam beberapa tulisan sebelumnya, saya percaya sepenuhnya bahwa tangan-tangan setan masih mencengkeram Iran.

Wednesday, 24 May 2017

Hadang Serangan Amerika-Yordania, Rusia Kerahkan Pasukan di Suriah

Indonesian Free Press -- Rusia dikabarkan telah mengerahkan pasukan ke dekat perbatasan Suriah-Yordania untuk menghadang rencana serangan gabungan Amerika-Yordania ke selatan Suriah dan merebut wilayah perbatasan dengan Irak. Demikian Veterans Today melaporkan, 24 Mei.

Mengutip laporan media Iran FARS, Veterans Today menyebutkan bahwa Amerika ingin menguasai wilayah perbatasan Suriah-Yordania dan Irak di tenggara Suriah yang berdekatan dengan kota Al-Tanf. Ini adalah wilayah kunci yang menghubungkan Suriah dengan sekutunya di sebelah timur, Iran dan Iraq.

"Hari ini kami mendengar tidak hanya pasukan khusus Rusia yang dikerahkan, namun juga unit-unit lapis baja dan brigade pegunungan. Jika ini benar maka kami telah melintasi 'garis' bahwa Rusia tidak hanya mengerahkan “penasihat militer', namun juga pasukan tempur reguler. Saya tidak berfikir bahwa ini akan dilakukan Rusia kecuali Amerika pun telah mengerahkan pasukan reguler di Suriah, meski tidak diakui," tulis editor Veterans Today, James Dean.

Janda, Brondong dan LGBT


LGBT adalah Ahoker


Mana yang Air Mata Buaya?

Front Pembela Islam - FPI


Buat Ibu Veronica Tan , Apakah Ibu Masih Ingat Perkataan Suami Ibu Vero sendiri Bahwa Suami Ibu Vero Berkata ; " Ahok Sebut ibu - Ibu Korban Gusuran Nangis Kaya sinetron."
#Copas dari Om John Edward
Ibu Vero...
Aku tidak tahu ARTI dari air mata yang ibu teteskan didepan MEDIA saat ibu membacakan surat pembatalan pengajuan banding dari suami ibu, ahok, yang sedang menjalani hukuman karena terbukti melakukan tindak pidana penistaan agama.

Tuesday, 23 May 2017

Tangan-Tangan Setan Masih Mencengkeram Iran

Indonesian Free Press -- Tanggal 15 Februari 1979, atau empat hari setelah para revolusioner berhasil merebut kekuasaan dari Raja Shah Pahlevi dan Perdana Menteri Shampour Bahtiar, empat orang perwira tinggi militer Iran dihukum mati dengan ditembak di atap tempat tinggal Ayatollah Khomeini. Keesokan harinya, media-media Iran menampilkan gambar ke-empat mayat korban eksekusi di dalam kamar mayat. Sebagian di antara mereka tampak mengalami luka-luka parah karena siksaan.

Bagaimana mungkin sebuah gerakan moral yang mengatas-namakan 'Islam' melakukan hal sekeji itu? Bukankah hal itu hanya meniru apa yang dilakukan kaum revolusioner di segala revolusi yang diarsiteki oleh para kapitalis yahudi pemuja setan, seperti Perang Sipil Inggris, Revolusi Perancis, Revolusi Bolshevik (Rusia), Revolusi Kebudayaan (Cina), Revolusi-Revolusi Warna di Eropa, Arab Springs di Arab, Konflik Suriah, dll?

BNN Sebut Ahok Lindungi Peredaran Narkoba di Jakarta

Indonesian Free Press -- Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Budi Waseso (Buwas), menilai ada keterlibtan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dalam penyebaran narkoba di tempat hiburan malam. Pasalnya, Pemprov DKI di bawah Gubernur non aktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), tidak serius untuk menutup tempat hiburan malam yang terbukti menyebarkan narkoba.

“Kalau pemprov mau main-main, ya silahkan saja, itu bukti ada keterlibatan. Dia (Ahok) ikut mendukung peredaran narkoba di Provinsi DKI Jakarta,” kata Buwas di Gedung BNN, Jakarta Timur, Senin (22 Mei).

Buwas juga menilai, Ahok tidak mengindahkan perintah Presiden Joko Widodo, untuk memberantas narkoba di Indonesia, khususnya di DKI Jakarta.