Monday, 30 September 2013

ROUHANI DAN HUDAIBIYAH

Tidak mudah memang memilih jalan "tidak populer", meski hal itu mengandung hikmah yang luar biasa besar. Lihat saja bagaimana Nabi Muhammad dicerca oleh sahabat Umar bin Khattab setelah menandatangani Perjanjian Hudaibiyah dengan orang-orang musrik Quraisy Mekkah. Umar dan teman-temannya yang lain menganggap Nabi telah mengkhianati perjuangan dengan membiarkan orang-orang Quraisy "menghinakan" umat Islam dengan menandatangani perjanjian tersebut.

Secara lahiriah perjanjian itu memang merugikan kaum muslimin. Di dalamnya disebutkan larangan umat Islam untuk menunaikan ibadah umroh ke Mekkah tahun itu serta perintah untuk mengembalikan orang-orang Mekkah yang membelot ke Madinah, sementara untuk orang-orang Islam yang membelot ke Mekkah tidak dikembalikan.

Namun di sinilah perbedaan Nabi Muhammad dengan Umar bin Khattab dalam hal kecerdasan. Nabi mampu "melihat jauh ke depan" dibandingkan Umar yang hanya mampu melihat teks di atas kertas. Orang-orang Mekkah yang membelot dan dikembalikan Nabi, ternyata menolak kembali ke kotanya dan memilih tinggal di luar kota. Kekecewaannya kepada orang-orang Mekkah membuat mereka memilih menjadi penyamun yang mengganggu khalifah-khalifah dagang Mekkah. Akhirnya orang-orang Mekkah meminta Nabi Muhammad untuk membatalkan perjanjian tersebut. Para pembelot itu pun tinggal kembali di Mekkah dan berubah menjadi para da'i yang mengajarkan Islam kepada penduduk kota dan dalam waktu singkat, sebagian penduduk Mekkah pun berpindah keyakinan menjadi pemeluk Islam.

Demikian pula dengan apa yang dialami Presiden Iran Hassan Rouhani seusai mengadakan pembicaraan telepon dengan Presiden Amerika Barack Obama, hari Jumat lalu (26/9). Setelah kembali ke negerinya Rouhani mengalami peristiwa yang mengejutkannya. Sekelompok warga Iran yang tidak menyukai tindakan Rouhani dengan Barack Obama itu telah melemparinya dengan sepatu. 

Sebagian kaum fanatik Iran menganggap Rouhani telah berkhianat terhadap bangsa Iran dan itulah salah satu masalah yang harus dihadapi Rouhani sebagaimana Nabi Muhammad dulu menghadapi Umar dan teman-temannya.

Sunday, 29 September 2013

MARI BERIKLAN SEMBARI BERDERMA

Ingin beriklan secara efektif dan efisien sekaligus menjadi pendonor tetap sebuah media independen pencari kebenaran?

Sebagaimana data di sini, blog ini setiap harinya mendapat kunjungan ribuan pengunjung dan terus bertambah angkanya dari waktu ke waktu (data terakhir antara 6.000 hingga 7.000 kunjungan per-hari). Sebagian besar dari pengunjung adalah mereka yang tinggal di kota-kota besar di Indonesia, berasal dari kalangan menengah dan menengah-atas pengakses internet, dan lebih penting lagi adalah calon pelanggan, mitra bisnis potensial, atau bahkan konstituen Anda.

Sebagian pengunjung adalah orang-orang yang tidak sepemahaman dengan blogger, seperti terlihat dalam komentar berikut:

"Wahai pejuang.......bom sahid, coba targetkan orang pemilik blog ini................."

Namun lebih banyak lagi yang menganggap blog ini telah memberikan banyak manfaat, sebagaimana terlihat dari komentar berikut:

",,blog ini sangat ber manfaat untuk mengungkap kebenaran,,, teman2 fb saya,,udah pada tau tentang blog ini,,,,maju terus bang ADI,,,salam perdamaian,,,dalam mengungkap kebenaran."

Tidak mudah untuk mengelola blog ini hingga eksis seperti sekarang. Selama 5 tahun lebih, sendirian, blogger harus menjaga blog ini tetap "update" dengan perkembangan nasional dan internasional. Rata-rata setiap hari setidaknya blogger harus mempostingkan satu tulisan hingga tidak terasa jumlah postingan blog ini telah mencapai ribuan. Untuk mendapatkan bahan-bahan tulisan biasanya blogger harus ke warnet terdekat atau lebih jauh lagi ke hotspot area terdekat. Kemudian bahan-bahan itu diolah di rumah dengan komputer pribadi yang sudah ketinggalan jaman dan sudah harus di-"update".

Untuk itulah, demi mendukung blog ini tetap eksis, blogger ingin menawarkan kepada pengunjung setia untuk menjadi pemasang iklan promosi di blog ini dan sekaligus menjadi donatur blog independen pencari kebenaran ini.

Karena keterbatasan, saat ini blog ini hanya menawarkan bentuk iklan berupa gambar dan teks statis serta iklan berupa tulisan feature. Namun di masa mendatang tidak tertutup kemungkinan akan ditambah lagi dengan iklan animasi.

Bagi yang berminat silakan hubungi kami ke alamat e-mail blogger: adizss@yahoo.co.id.

Saturday, 28 September 2013

ISRAEL DAN TAKFIRI KINI TINGGAL BERDUA

“Pada akhirnya Rusia dan Irani serta Syria telah memenangkan peperangan ini dan kita menjadi pecundangnya, dan saya sangat khawatir dengan apa yang akan terjadi di Iran” (US Senator Lindsey Graham)

----------------------------

Koran terkemuka Amerika The New York Times cukup tepat menggambarkan Israel sebagai "kekuatan gila perang" yang kini sendirian, setelah sekutunya, Amerika, mulai membuka dialog damai dengan Iran. Kesalahannya hanya sedikit, yaitu bahwa Israel masih memiliki teman-teman setia, yaitu orang-orang takfiri, al qaida, salafi, wahabi, arab badui, ekstremis sunni, mujahilin Syria penggorok leher dan pemakan bangkai, para pelaku jihad seks, Ali Imron dan Imam Samudra Cs, arrahmah.com, tanyasyiah.com, muslim suffer, dan manusia-manusia sejenisnya.

Dalam pidatonya di depan Sidang Umum PBB di New York, Selasa lalu (24/9) Presiden Amerika Barack Obama menyatakan bahwa Amerika kini membuka pintu diplomasi bagi Iran, yang disusul kemudian dengan laporan-laporan mengenai terjadinya pembicaraan langsung antara Obama dengan Presiden Iran Hassan Rouhani di sela-sela sidang umum PBB. Ini merupakan langkah sangat maju mengingat telah lebih dari 30 tahun tidak pernah terjadi momen seperti itu seiring dengan putusnya hubungan diplomatik kedua negara paska terjadinya Revolusi Islam Iran tahun 1979.

"Saya percaya bahwa jika kita bisa menyelesaikan isu program nuklir Iran, yang bisa menjadi langkah maju bagi jalan panjang hubungan yang berbeda, yang didasarkan pada saling menguntungkan dan saling menghargai," kata Obama di depan PBB.

Beberapa saat kemudian, Presiden Iran Hassan Rouhani menggunakan kesempatan pidato pertamanya di depan Sidang Umum PBB untuk menyampaikan kepada dunia, termasuk Amerika, bahwa Iran siap untuk melanjutkan perundingan tentang program nuklirnya secara transparan dan menyeluruh.

Rouhani mendesak Obama untuk menolak tekanan-tekanan dari "kekuatan gila perang" jika ingin menjalankan hubungan "perbedaaan" dengan Iran. Rouhani juga meyakinkan dunia bahwa Iran sama sekali tidak menginginkan senjata nuklir karena dianggap bertentangan dengan nilai-nilai etika dan agama.

"Senjata nuklir dan senjata-senjata pemusnah massal lainnya tidak memiliki tempat dalam doktrin pertahanan dan keamanan Iran, serta bertentangan dengan keyakinan agama dan etika kami," kata Rouhani.

Pada saat pidato Rouhani, delegasi Israel meninggalkan ruang sidang atas perintah PM Benjamin Netanyahu yang sekali lagi menuduh Iran berniat untuk memiliki senjata nuklir.

“Kami tidak akan dibodohi oleh penilaian setengah-setengah yang hanya memberikan perlindungan bagi ambisi senjata nuklir Iran," kata Netanyahu di Tel Aviv beberapa saat sebelum pidato Rouhani. “Dan dunia seharusnya juga tidak bisa dibodohi," tambahnya.

Para analis politik internasional menganggap sikap keras Israel tersebut membuat Israel justru semakin ditinggalkan sekutu-sekutunya yang ingin melakukan penyelesaian diplomatik dengan Iran.

“Sangat membayahakan bagi Israel untuk dipandang sebagai satu-satunya "penggila perang", kata Dan Gillerman, mantan dubes Israel untuk PBB, kepada New York Times.

Sementara Dan Meridor, seorang mantan menteri Israel mengatakan bahwa Israel harus "berbicara dengan nada positif" tentang presiden baru Iran Hassan Rouhani.

Mengalihkan Mata Dunia dari Tunisia ke Iran*

Oleh: Aisyah Fadiya - De Ngaden Awak Bisa

Berita tentang lowongan pekerjaan ‘bersenang-senang’ untuk wanita-wanita di Iran saya temukan berkali-kali di berbagai situs. Sebenarnya upaya-upaya fitnah terhadap Iran dan Syi’ah walau sudah dibantah dan dibuktikan berkali-kali ketidak-akuratannya, tetap saja ada sekelompok kaum yang gemar menyebarkan berita-berita yang dimanipulasi yang melahirkan perdebatan dan caci maki disana-sini yang akhirnya merenggangkan bahkan memecah belah ukhuwah Islamiyah. 

Tentu ada tujuannya di balik ini. Sebenarnya  berita yang diterbitkan saat ini (berselang beberapa waktu dari kehebohan jihad sex wanita Tunisia yang pulang dalam kondisi hamil) adalah berita lawas yang dimuat di RT versi bahasa Arab tahun lalu. Saya menyimpulkan, mengalihkan tatapan mata dunia dari Tunisia menuju Iran adalah motif dari propaganda yang kini sangat gencar. Tentunya sebagai muslim yang diperintahkan untuk ‘meneliti keabsahan sebuah berita’ menjadi wajib untuk kita menanyakan kepada ahlinya bukan?

*****

Pertama, saya tampilkan berita versi mereka
Hanya di Iran...
Sebuah perusahaan mempekerjakan perempuan untuk "Jihad Seks" !

Ya, hanya di Iran... kaum wanita mendapatkan pekerjaan yang aneh.

Keterangan pekerjaan:
Kami memerlukan wanita dalam rentang umur 12-35 tahun bagi membantu Mujahidin Syiah dalam peperangan di Syria.
Bekerja hanya untuk 25 hari saja.

Gaji:
1) 5 jam: 50 dollar (50,000 toman)
2) 1 hari: 75 dollar (75,000 toman)
3) 2 hari: 100 dollar (100,000 toman)
4) 3 hari: 150 dollar (150,000 toman)
5) 4 hingga 10 hari: 300 dollar (300,000 toman)

Dan bagi mereka yang masih GADIS dan untuk kali pertama maka bayarannya 150 dollar.

AGEN BARAT DALAM SERANGAN MALL KENYA

Dalam semua serangan terorisme pasti ada jejak zionis internasional di dalamnya. Inilah keyakinan saya sejak bertahun-tahun lalu, sebagaimana keyakinan aktor Hollywood Mel Gibson bahwa orang-orang yahudi berada di belakang semua peperangan di dunia. (Dalam satu insiden yang menjadi pemberitaan media-media massa, Mel Gibson ditangkap oleh polisi karena mengemudi dalam keadaan mabuk. Saat itu mulutnya terus nerocos kepada polisi-polisi yang menangkapnya bahwa "Orang-orang yahudi berada di belakang semua peperangan di dunia".

Demikian pula halnya dengan peristiwa penyerangan Mall Westgate di ibukota Kenya Nairobi yang masih berlangsung hingga saat ini. Menurut pernyataan Menlu Kenya Amina Mohamed kepada para wartawan hari Senin lalu (23/9), setidaknya 2 orang Amerika dan seorang Inggris terlibat sebagai pemimpin kelompok teroris dalam serangan tersebut. Pernyataan tersebut tentu bukan klaim yang asal-asalan karena dikatakan langsung oleh seorang pejabat tinggi Kenya. Apalagi dengan adanya banyak kesaksian yang beredar di media-media massa bahwa "orang-orang kulit putih berbahasa Inggris" menjadi komandan para teroris.

Meski kelompok "Al Shabbab" yang bertanggungjawab atas serangan itu membantah keterangan menlu Kenya tersebut, para saksi mata meyakinkan telah melihat beberapa orang kulit putih, dan yang paling menonjol adalah seorang wanita yang diduga kuat adalah "teroris" asal Inggris bernama Samantha Lewthwaite. Oleh media-media massa Kenya Samantha dijuluki sebagai "janda putih". Hal itu tidak lain adalah karena Samantha adalah janda dari Jermaine Lindsay, terduga "teroris" dalam serangan bom bunuh diri "London Bombing 7/7".

Koran Kenya The Star dalam laporannya baru-baru ini melaporkan keterangan para saksi mata yang di antaranya mengatakan, “Wajahnya tertutup namun ia memiliki tangan dan tubuh wanita. Ia tidak membawa senjata namun membawa tas besar yang melilit pinggangnya." Menurut saksi tersebut sang wanita itu memberikan perintah-perintah dalam bahasa Inggris yang diterjemahkan penerjemah dan dituruti para teroris lainnya.

"Wanita itu tidak bersenjata, namun setelah ia memberikan perintah orang-orang itupun melakukan pembunuhan-pembunuhan," kata seorang saksi

"Sudah pasti ia adalah wanita, yang kami ketahui dari suaranya," kata saksi lainnya yang dikutip The Stars.

Saksi lainnya, aparat keamanan Kenya yang menyaksikan rekaman CCTV insiden serangan itu mengatakan kepada The Stars bahwa seorang wanita berkulit terang atau putih berada di antara para teroris.

Friday, 27 September 2013

CERITA DARI MALULA

Malula adalah sebuah desa kuno yang mayoritas dihuni oleh orang-orang Kristen Orthodok dan Katholik. Dianggap sebagai simbol kekristenan Syria, inilah desa dimana bahasa Aramic, bahasa yang digunakan Yesus (Nabi Isa AS) sehari-hari, masih digunakan oleh penduduknya baik yang beragama Kristen maupun Islam. Karana itu pulalah maka Unesco kini tengah mempertimbangkannya untuk menjadi salah satu "Warisan Dunia".

Melihat kehidupan sehari-hari orang-orang Kristen Orthodok yang saleh, Anda mungkin mengira mereka sebagai orang Islam. Para wanitanya berjilbab dan laki-lakinya berpenutup kepala dan berbaju longgar. Mereka sembahyang dengan rukuk dan sujud. Mereka berpuasa 40 hari. Mereka bersunat dan mengharamkan babi. Mereka juga berwudhu sebelum sembahyang. Injil yang mereka baca juga berhuruf Arab. Mereka marah jika dituduh meniru orang-orang Islam karena menganggap apa yang mereka lakukan itu telah dilakukan nenek moyang mereka jauh sebelum kedatangan Islam. Mereka memegang teguh 10 perintah Tuhan yang diberikan kepada Nabi Musa, seperti larangan mencuri, berzinah dan berbohong.

Saya (blogger) bahkan pernah membaca salah satu ayat dalam Injil yang menyebutkan bahwa nabi Isa AS (Yesus) memerintahkan ummatnya untuk mengatakan "Jika Tuhan Menghendaki" (Insya Allah dalam Islam) jika hendak berjanji. Maka saya percaya dengan klaim mereka.

Tahun 2005 yang lalu saya berkenalan dengan seorang pendeta Kristen Orthodok Syria yang saya undang untuk menjadi salah seorang narasumber acara diskusi Novel "The Da Vinci Code" yang saya "organize" di Kota Medan. Dalam acara diskusi yang berlangsung panas di antaranya dengan seorang Kristolog IAIN Sumut, sang pendeta akhirnya mengakui bahwa Yesus bukanlah Tuhan. Ternyata perbedaan pandangan tersebut hanyalah mengenai penafsiran kata "Anak Tuhan" di dalam Injil yang bahkan oleh orang-orang yahudi sendiri yang mengerti benar makna kata "Anak Tuhan" itu (karena Yesus dan Injil sebenarnya diturunkan kepada orang-orang yahudi) menganggapnya sebagai sebuah metamorfosa belaka untuk menyebutkan orang-orang yang dicintai Tuhannya. Adapun dalam hal ibadah, sebenarnya hampir tidak ada perbedaan mendasar antara Islam dan Kristen "murni".

Dan orang-orang itulah yang kini tengah mengalami penderitaan di Malula akibat konflik bersenjata yang melanda negeri yang dahulu aman dan tenteram itu.

“Dahulu kami hidup damai, namun kini mereka (pemberontak) ingin menyingkirkan kami orang-orang Kristen dari negeri ini. Kami berdoa agar Tuhan mengalahkan mereka dan menendang mereka keluar," kata Antoinette Taaleb, warga Kristen Malula kepada wartawan "Russia Today" baru-baru ini.

Antoinette mempunyai 3 anggota keluarga yang tewas dibunuh para muhahilin Syria. Diperkirakan ratusan warga Malula telah tewas oleh kebiadaban para mujahilin, tidak saja orang-orang Krisen namun juga orang-orang Islam. Sebagian besar lainnya yang jumlahnya mencapai ribuan orang, terpaksa meninggalkan kota dan menjadi pengungsi. Selain pembunuhan dan penculikan bermotif mendapat uang tebusan, para mujahilin juga memaksa orang-orang Kristen untuk berpindah keyakinan.

SERUAN BIJAK NASRALLAH KEPADA TURKI DAN SAUDI


"Saya menyeru kepada Saudi Arabia, Turki dan negara-negara Teluk lainnya untuk merevisi sikap mereka. Kalian tidak akan mendapatkan apa-apa dengan mengandalkan kekuatan militer. Buanglah kebencian kalian (pada Hizbollah) dan berfikirlah dengan jernih. Pikirkan kepentingan-kepentingan kalian, kepentingan dan keselamatan kawasan ini."

Demikian seruan yang dikeluarkan pemimpin Hizbollah Sayyed Hassan Nasrallah yang disampaikan melalui televisi pada hari Senin lalu (23/9).

Menurut Nasrallah, Saudi Arabia, Turki dan negara-negara pendukung pemberontakan Syria untuk mengakui bahwa mereka telah mengalami kegagalan untuk menumbangkan pemerintah Syria. Selanjutnya mereka harus bergabung dalam upaya penyelesaian politik untuk mengakhiri konflik berdarah yang telah berlangsung selama 2,5 tahun di Syria.

Dalam pidato pertamanya setelah lebih dari sebulan terakhir ini Nasrallah mengatakan bahwa konflik Syria yang telah menewaskan lebih dari 100 ribu jiwa itu hanya bisa siselesaikan melalui dialog.

Dalam kesempatan itu Nasrallah juga mengecam sikap beberapa tokoh politik dari Aliansi 14 Maret (blog kelompok-kelompok politik yang pro Barat, Saudi dan Turki) yang menyerukan intervensi militer Amerika terhadap Syria. Menurutnya langkah itu hanya akan membawa kehancuran dan Lebanon adalah negara pertama yang terkena dampaknya.

Wednesday, 25 September 2013

PENEMBAKAN DC NAVY YARD TERKAIT RENCANA PENANGKAPAN OBAMA?

Sejauh mana Anda mengetahui berbagai peristiwa yang sebenarnya terjadi di berbagai belahan dunia?

Apakah Anda mengetahui bahwa awal bulan Agustus lalu Amerika menembakkan 2 rudal balistik ke Syria untuk memprovokasi seragan Amerika terhadap Syria, namun digagalkan oleh sistem pertahanan udara Rusia? Tahukan Anda bahwa Syria telah menenggelamkan kapal selam dan pesawat tempur Israel sebagai balasan terhadap serangan nuklir taktis (berdaya ledak terbatas dan tidak meninggalkan banyak radio aktif, seperti dalam serangan Bom Bali I) Israel? (Mantan kepala badan inteligen nasional Jendral ZA Maulani dengan tegas mengatakan Bom Bali I adalah serangan nuklir taktis. Ia juga telah menulis buku tentang teori konspirasi yahudi. Tidak lama kemudian beliau meninggal)

Apakah Anda mengetahui bahwa presiden pertama kita Soekarno pernah membuat perjanjian rahasia dengan Presiden Amerika JF Kennedy untuk menjadikan cadangan emas Indonesia sebesar 57.000 ton sebagai penjamin penerbitan mata uang baru Amerika yang diterbitkan sendiri oleh pemerintah, bukan oleh bank sentral milik swasta The Federal Reserve? Atas kesepakan itu pemerintah Amerika diwajibkan membayar bunga sebesar 2,5% per-tahun dari nilai emas itu. Inilah yang menjadi alasan pembunuhan Presiden Kennedy dan pelengseran Soekarno.

Apakah Anda mengetahui bahwa dalam peristiwa Serangan WTC 2001 ada gedung pencakar langit ketiga di kompleks WTC yang runtuh meski tanpa terkena serangan sama sekali? Dan apakah Anda mengetahui bahwa dalam peristiwa itu juga ada 5 orang warga Israel yang belakangan diketahui sebagai agen Mossad, yang ditangkap polisi Amerika ketika sedang bersorak-sorak setelah mengabadikan runtuhnya menara kembar WTC?

Jika atas kedua fakta itu saja Anda tidak mengetahui maka, mohon ma'af, Anda akan diolok-olok oleh para "pencari kebenaran" sebagai "idiot", tidak peduli siapapun Anda.

Dalam peristiwa serangan WTC 2001, ada satu hal aneh lainnya yang tidak akan pernah dilupakan para pencari kebenaran, yaitu televisi BBC menayangkan berita yang menyebutkan runtuhnya Gedung WTC 7 (gedung 47 lantai, salah satu yang tertinggi jika didirikan di Jakarta) 20 menit sebelum gedung itu benar-benar runtuh begitu saja dalam hitungan detik, meski sama sekali tidak terkena serangan.

Inilah yang saya sebut permainan "kejarlah daku kau kutangkap" yang sengaja dimainkan para "penguasa kegelapan" untuk mengolok-olok seluruh umat manusia di muka bumi.

Maka jika Anda mendengar berita-berita seperti "London Bombing", "Madrid Bombing", "Boston Bombing", "Serangan Bombay", "Houla (Syria) Massacre", "Ghouta (Syria) Chemical Weapon", atau "Serangan Mall Kenya" dan lain sebagainya, jangan percaya pada pernyataan pers pemerintah atau analisa pengamat di media-media massa mapan. Sebaliknya Anda harus berfikir bahwa itu adalah operasi "false flag" yang dilakukan "penguasa kegelapan" dengan agenda tersembunyi: umumnya adalah pengalihan perhatian, pencarian alasan untuk melakukan "kebijakan" tertentu, atau membuat masyarakat bingung dan tidak percaya pada tatanan sosial-politik-hukum-ekonomi.

Namun dalam peristiwa penembakan di DC Navy Yard, Washington DC baru-baru ini, saya menemukan motif lain yang menggetarkan saya, yaitu rencana penangkapan Presiden Barack Obama oleh polisi militer Amerika karena tuduhan konspirasi dan pengkhianatan.

ZIONIS ISRAEL SEMAKIN KETAKUTAN PADA HIZBOLLAH

(RUDAL JARAK JAUH JADIKAN IRAN KEKUATAN BERPENGARUH)


Dari waktu ke waktu kekuatan militer kelompok Hizbollah yang semakin besar semakin mengkhawatirkan Israel. Saat ini Israel memperkirakan kekuatan militer Hizbollah, khususnya dalam segi daya gempur roket dan artilerinya, menempati peringkat 8 di dunia.

"Roket-roket Hizbollah akan menghancurkan Israel dalam perang mendatang," kata Panglima Perang Wilayah Utara Israel Jendral Noam Tayfoon baru-baru ini.

Meski mengklaim Israel telah siap sedia menghadapi perang kapanpun, Jendral Tayfoon menyebutkan bahwa hal itu akan sangat sulit, khususnya karena para tentara Israel tidak memiliki pengalaman berperang di medan Lebanon.

"Hezbollah adalah kelompok yang cerdik dan telah memiliki teknologi canggih, jadi mereka adalah musuh yang berbahaya," kata Jendral Tyfoon.

Terkait dengan hal ini kepala divisi teknologi tentara Israel, Mayjend Coby Barack, menyebutkan bahwa Hezbollah memiliki berbagai senjata yang bisa menghantam sasaran-sasaran dengan tepat seperti pembangkit energi dan pangkalan-pangkalan militer.

"Pusat-pusat logistik militer dan pangkalan-pangkalan laut juga bakal menjadi sasaran," kata Barack.


KEKUATAN IRAN

Sementara itu pejabat militer senior Iran mengklaim bahwa Iran kini telah menjadi negara kuat yang berpengaruh di dunia. Pernyataan tersebut terkait dengan diluncurkannya rudal-rudal jarak jauh Iran yang mampu menjangkau sasaran sejauh 2.000 km hingga mampu menghancurkan Israel dan pangkalan-pangkalan militer Amerika di Timur Tengah.

Tuesday, 24 September 2013

ALEXA KEMBALI "NGERJAIN" BLOG INI

Blog ini kembali mendapat perlakuan "aneh" dari situs pemeringkat website terpopuler "Alexa". Untuk kedua kalinya blog ini berhasil menembus peringkat top 1 juta. Namun seperti yang pertama, hanya dalam waktu sehari peringkatnya kembali melorot. Semuanya terjadi pada saat angkat kunjungan blog ini terus menanjak.

Seminggu yang lalu saya melihat "Alexa Rank" blog ini berada pada angka 998 ribuan. Sehari kemudian angkanya melonjak lagi menjadi 987 ribuan. Namun hari berikutnya saya terkejut karena angkanya kembali anjlok ke bawah top 1 juta. Dan saat ini angkanya masih sekitar 1.040.000-an untuk peringkat globalnya dan 14.006 untuk peringkat Indonesia.

Ini adalah kali kedua "Alexa Rank" blog ini menembus top 1 juta setelah bulan Juli lalu, yang lagi-lagi hanya bertahan beberapa hari saja. Saya sebenarnya tidak terlalu peduli dengan peringkat ini dibandingkan kenaikan traffik blog ini yang terus menanjak. Sebagaimana terlihat dalam tabel di atas, angka kunjungan blog ini mencapai angka 199 ribuan per-bulan atau lebih dari 6.600 kunjungan per-hari. Padahal pada bulan Juli lalu angkanya masih berkisar antara 4 ribuan dan 5 ribuan kunjungan per-hari. Bahkan jika dibandingkan tahun lalu yang hanya sekitar 1.500-an kunjungan per-hari, kenaikannya sangat signifikan. Namun mengingat "Alexa Rank" masih dianggap sebagai indikator popularitas blog yang paling kredibel, hal ini tentu saja agak mengganggu saya, karena saya masih terobsesi untuk "menjual" blog ini sebagai media promosi. Yang lebih aneh adalah ketika traffik blog ini masih berkisar sekitar 1.500-an kunjungan per-hari (Juli 2012), "traffic rank"-nya sama dengan ketika traffic-nya 4 ribuan kunjungan (Juli 2013).

AL AQSA MAKIN TERANCAM DI TENGAH KEKACAUAN UMAT ISLAM

( ISRAEL ANIAYA DIPLOMAT WANITA PERANCIS)

Saat ini, di tengah perhatian umat Islam yang tertuju ke Syria, Mesir, Irak, Pakistan, Afghanistan, Libya, Tunisia, Somalia hingga Kenya yang dilanda berbagai aksi kekerasan, secara pelan namun pasti Israel semakin memperkuat cengkeramannya atas salah satu tempat paling suci umat Islam, yaitu Masjidil Aqsa.

13 tahun yang lalu, ketika tokoh zionis Israel Ariel Sharon memasuki Haram al-Sharif, dimana Masjidil Aqsa berada, seluruh rakyat Palestina marah dan melancarkan aksi intifada yang berlangsung selama bertahun-tahun. Kini orang-orang yahudi bisa memasuki tempat yang sama kapan saja dengan perlindungan negara Israel.

Bersamaan dengan seruan untuk mengikuti pawai massal orang-orang yahudi di Jerussalem menyambut hari raya "Sukkot", parlemen Israel, Knesset, hari Senin (16/9) lalu mengeluarkan keputusan untuk mengijinkan para peziarah yahudi untuk memasuki kawasan Haram al Sharif selama hari raya yang berlangsung selama seminggu.

Pada saat yang bersamaan orang-orang Palestina justru semakin sulit untuk memasuki Masjidil Haram untuk menunaikan ibadah di tempat suci itu. Ini dilakukan Israel dengan cara menambah jumlah pos penjagaan di sekitar Masjidil Haram dan menerapkan pembatasan umur yang ketat kepada penduduk Palestina untuk memasuki Masjidil Aqsa.

Israel tengah berusaha memecah Haram al-Sharif menjadi 2 tempat masing-masing untuk orang-orang yahudi dan orang-orang Islam. Hal yang sama telah berhasil dilakukan di Masjid Ibrahim di Hebron beberapa tahun lalu. Salah satu upaya yang hendak dilakukan Israel adalah membagi waktu ibadah bagi umat Islam dan yahudi: hari-hari tertentu bagi umat Islam dan hari-hari lainnya untuk orang-orang yahudi. Beberapa anggota parlemen Israel bahkan mengusulkan agar orang-orang yahudi diijinkan memasuki Masjidil al-Aqsa setiap saat dari semua pintu.

Monday, 23 September 2013

HONGARIA BAKAR LADANG JAGUNG GM

Pemerintah Hongaria melakukan tindakan bijaksana namun tegas dengan membakar 500 hektar ladang jagung "termodifikasi secara genetis" (GM, genetically modified). Tindakan ini ditujukan untuk mencegah Hongaria terjerat dalam ketergantungan pangan dan finansial para kapitalis global.

Meski para aktifis lingkungan mengkhawatirkan dampak buruk dari asap yang timbul dari pembakaran besar-besaran itu, namun dengan tindakan tersebut dipastikan akan membebaskan Hongaria dari dampak yang jauh lebih buruk. Mengambil contoh India di mana ribuan petani melakukan bunuh diri setelah terjerat dalam jebakan tanaman kapas GM. Salah satu negara yang melarang tanaman GM adalah Syria yang kini harus menjadi korban konspirasi zionis internasional.

Lajos Bognar, menteri pertanian Hongaria minggu lalu mengumuman bahwa pemerintah telah memerintahkan pembakaran 500 hektar tanaman jagung GM. Sebelumnya pemerintah Hongaria telah menetapkan bahwa penanaman segala jenis tanaman GM sebagai tindakan kejahatan dan selama ini telah membakar ribuan hektar ladang tanaman ini dalam beberapa tahun terakhir. Media-media massa Eropa diam membisu terhadap berita menarik ini sehingga nyaris tidak terdengar kabarnya. Media Brazil berbahasa Portutis "Rede Brasil Atual" adalah media yang pertama kali merilis berita ini.

Saat ini tanaman GM telah dilarang di 27 negara dan 50 negara lainnya mengharuskan pencantuman label "GMO" (genetically modified organism) pada produk-produk tersebut. Di Amerika, dimana perusahaan-perusahaan raksasa penghasil produk-produk GM seperti Monsanto Inc. berasal, produk-produk GM bebas beredar tanpa keharusan mencantumkan label GM. Baru-baru ini bahkan sebanyak 71 senator, atas pengaruh Monsanto dan perusahaan-perusahaan produsen GM lainnya, menolak rancangan undang-undang yang mengijinkan negara-negara bagian untuk membuat aturan sendiri terkait produk-produk GM.

Para senator itu kemudian dikenal sebagai "Monsanto 71", di antaranya adalah Rand Paul dan Ted Cruz, yang berasal dari negara bagian pertanian terbesar Kentucky dan Texas dimana Monsanto berhasil menjerat para petani dalam ketergantungan. Yang mencengangkan adalah bahwa sebagian besar para petani pengguna GM tidak mengetahui dampak buruk produk tersebut karena kampanye massif industri bioteknologi yang mempromosikan produk-produk mereka sebagai produk yang "produktif" yang menjanjikan keuntungan besar. Dalam kenyataannya produk-produk GM tidak hanya mengancam produksi dalam jangka panjang, namun yang lebih membahayakan lagi adalah membuat para petani kehilangan kebebasannya karena tergantung pada produk-produk tersebut.


MONSANTO, DRAKULA KORPORASI GLOBAL

Pembunuhan, pencurian, penipuan dan penindasan adalah kejahatan-kejahatan serius yang sangat dibenci masyarakat dan dilarang keras oleh ajaran-ajaran agama. Namun bagaimana jika semuanya itu dilakukan sekaligus dalam skala yang sangat besar? Mungkin pintu neraka tidak akan cukup besar untuk menerima pendosa yang melakukan hal itu. Sebagaimana pula para pemilik dan direksi Monsanto Inc.

Atas tekanan Bank Dunia dan IMF yang telah membenamkan India dalam jurang hutang, pada tahun 1998 India mengijinkan Monsanto Inc. untuk menjual produk-produknya di India, terutama produk benih kapas GM yang dikenal sebagai Bt Cotton. Inilah awal dari apa yang kemudian dikenal sebagai fenomena "GM Genocide" atau bunuh diri massal para petani India karena produk-produk "genetically modiefied" (modifikasi genetis) Monsanto.

Diperkirakan angka bunuh diri massal petani kapas India akibat Bt Cotton telah mencapai angka seperempat juta jiwa. Pada tahun 2009 saja angkanya sungguh mencengangkan, yaitu mencapai 17.638 jiwa menurut data yang dirilis New York University School of Lawiv. Angka itu berarti satu kematian setiap 1/2 jam. Namun angka yang sebenarnya kemungkinan besar jauh lebih besar lagi karena banyaknya kematian yang tidak dilaporkan.

Sunday, 22 September 2013

MOBIL MURAH UNTUK SIAPA?

Saat ini media-media massa Indonesia tengah sibuk mengungkap perseteruan antara Pemprov DKI Jakarta dengan pemerintah pusat terkait kebijakan mobil murah. Pemprov DKI menganggap kebijakan mobil murah yang tengah digalakkan pemerintah pusat mengancam program penanganan kemacetan yang tengah dijalankan Pemprov DKI karena dipastikan jumlah mobil di Jakarta bakal naik tajam sementara program-program anti-kemacetan yang tengah dijalankan Pemprov DKI masih belum berjalan optimal.

Namun dalam konteks politik kita bisa melihat bahwa pertentangan itu terjadi antara pemerintah dengan oposisi PDI Perjuangan, karena gubernur DKI Joko Widodo adalah kader PDIP dan merupakan kandidat kuat capres partai itu dalam pemilu 2014 mendatang. Apalagi dengan ikut campurnya gubernur terpilih Jawa Tengah dari PDIP, Ganjar Pranowo, dalam konflik mobil murah tersebut.

Memiliki mobil murah merupakan kehendak sebagian besar rakyat Indonesia. Demikian pula mengurai kemacetan di ibukota yang telah menjadi masalah klasik. Maka ketika dua aspirasi "positif" itu saling berbenturan kita berhak untuk bertanya-tanya, mengapa sekarang pemerintah pusat terkesan "mamaksa" untuk menggalakkan mobil murah, dan bukan dari sejak dari dulu? Pertanyaan lainnya yang lebih penting adalah mengapa program mobil murah itu hanya melibatkan produsen-produsen otomotif asing?

Ketika Jokowi mempromosikan mobil murah "Esemka" buatan anak-anak SMK yang ternyata tidak kalah kualitasnya dibandingkan mobil-mobil asing, publik Indonesia pun terbuka matanya bahwa bangsa Indonesia mampu memproduksi sendiri mobil berkualitas dengan harga terjangkau. Demam mobil Esemka pun langsung melanda Indonesia hingga dikabarkan produsen mobil ini telah mendapatkan pesanan ribuan unit kendaraan.

Apa yang dilakukan Jokowi tentu saja sangat patut mendapat acungan jempol (jika bukan karena sekedar untuk pencitraan), karena dengan berkembangnya "Esemka" dan mobil-mobil lokal sejenis, Indonesia akan mendapatkan keuntungan ekonomi yang luar biasa besar. Yang pertama tentunya adalah penghematan devisa serta penguatan neraca perdagangan dan pembayaran, karena dengan berkembangnya industri otomotif lokal, impor mobil asing dan bagi hasil keuntungan bisnis mobil kepada investor asing pun berkurang. Selanjutnya adalah penyerapan tenaga kerja yang otomatis menurunkan angka pengangguran. Namun yang terbesar tentu saja adalah "multiplier effect" yang nilainya demikian besar hingga sulit untuk dihitung: berkembangnya industri otomotif lokal akan menyerap sumberdaya manusia dan alam di sekelilingnya sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi domestik.

INI BUKAN TERORISME, IDIOT!(3)

SKANDAL "TERORISME" ALI IMRON DAN GORIS MERE*

Rio Cornelianto

Mari, kami ajak anda sekalian untuk melayangkan ingatan kita masing-masing pada tragedi yang sangat memilukan yaitu peledakan Bom Bali I yang terjadi pada bulan Oktober 2002.

Hampir 300 orang tewas secara mengerikan dan ratusan orang juga menjadi korban luka-luka. Tak sedikit diantara korban luka itu, harus menderita cacat permanen pada fisik mereka masing-masing.

Sehari setelah VONIS dijatuhkan Majelis Hakim pada tahun 2003, Tim Anti Teror POLRI secara resmi meminjam ALI IMRON dari dalam penjara.

Sebelumnya juga yaitu saat proses penyidikan dilakukan yaitu tepatnya tahun 2004 Brigjen Polisi Gories Mere juga membuat sensasi yang sangat rendah dengan cara melakukan proses penyidikan di kafe STARBUCKS.

Skandal “Starbucks” ini membuat pria Flores ini LANGSUNG DICOPOT dari jabatannya sebagai Kepala Satgas Anti Teror Polri.

Ketika itu Kapolri Jenderal Dai Bahtiar mengatakan, Gories telah Mere diberikan koreksi atas tindakannya setelah kasusnya dengan Ali Imron di Kafe Starbucks tersebut.

Singkat kata, ALI IMRON tidak pernah seharipun juga menjalani masa hukumannya di dalam penjara.

Ketika sang waktu berjalan, media massa berhasil membongkar rahasia yang sangat kelam yaitu ALI IMRON (ternyata) dibiayai hidup secara mewah dan berpindah-pindah dari satu apartemen ke apartemen yang lain dan dari satu hotel ke hotel yang lain.

Kalau saja, rakyat Australia – terutama keluarga korban Bom Bali I – mengetahui dan ditanya tentang satu hal ini, bagaimana pendapat mereka ketika Pemerintah Australia menganugerahkan bintang kehormatan kepada Saudara Gories Mere karena dianggap berhasil mengungkap Bom Bali I – tetapi Saudara Gories Mere ini jugalah yang memotori dan menjadi pihak yang paling bertanggung-jawab atas “KEBEBASAN ABSOLUT” atas diri ALI IMRON sampai saat ini ?

Mengapa disebut KEBEBASAN ABSOLUT ?

Ya, karena VONIS (Keputusan) dari Majelis Hakim tidak dijalankan. Fakta bahwa ALI IMRON memutuskan untuk berbelot dan melacurkan dirinya menjadi informan bagi Tim Anti Teror Polri, tidak berarti akan menghapuskan semua rekam jejak perbuatan melawan hukum yang dilakukannya pada tragedi Bom Bali I.
Keberadaan ALI IMRON sebagai informan sesaat ketika Tim Anti Teror POLRI mengungkap kasus Bom Bali I, tidak lantas membuat VONIS (Keputusan) Majelis Hakim yang menjatuhkan hukuman pidana kurungan atau penjara seumur hidup kepada ALI IMRON menjadi batal demi hukum.

Saturday, 21 September 2013

FENOMENA JIHAD SEK DI SYRIA

Gambar: seorang penari perut yang direkrut pemberontak Syria menjadi penembak jitu sekaligus pelayan seks para mujahilin Syria.



Para ulama Sunni mungkin perlu mempertimbangkan kembali hukum tentang nikah mut'ah setelah melihat fenomena jihad sek yang terjadi di Syria saat ini. Di sana, para wanita dari berbagai negara Islam seperti Tunisia melakukan "kawin kontrak" dengan para mujahilin yang tengah memerangi pemerintah. Namun "kawin kontrak" itu sedemikian ekstrim sehingga seorang wanita itu, yang dengan bangga menyebut apa yang dilakukannya sebagai "jihad seks", bisa melayani kebutuhan seks puluhan orang mujahilin sekaligus.

“Mereka berhubungan dengan 20, 30, dan 100 pemberontak, dan mereka pulang dengan membawa buah dari hubungan seks (hamil) yang diatasnamakan sebagai jihad seks, dan kita hanya diam tak melakukan apapun," kata Mendagri Tunisia Minister Lotfi Ben Jeddo kepada parlemen Tunisia hari Kamis (19/9) perihal munculnya fenomena jihad seks yang dilakukan para wanita Tunisia di Syria.

"Setelah melakukan kontrak seks di sana (Syria) dengan atas nama "jihad al-nikah", mereka pulang dalam keadaan hamil," tambah ben Jeddo lebih jelas lagi.

Ben Jeddo tidak menyebutkan berapa jumlah wanita Tunisia yang pulang dalam keadaan seperti itu, namun banyak pihak menyebutkan angkanya mencapai ratusan.

Kegelisahan itu sebenarnya telah disuarakan oleh mantan Mufti Tunisia Sheikh Othman Battikh pada bulan April lalu dengan mengabarkan adanya 13 wanita "bodoh" Tunisia yang pergi ke Syria untuk melayani kebutuhan seksual para pemberontak di sana. Sang mufti menyebut praktik itu sebagai "pelacuran". Komentarnya itu menimbulkan ketegangan dengan kalangan Islam lainnya di Tunisia hingga mengakibatkan Sheikh Othman diberhentikan dari jabatannya.

“Untuk berjihad di Syria, mereka telah mendorong wanita-wanita untuk pergi ke sana. 13 wanita muda telah dikirim untuk melakukan jihad seksual. Apaan ini? Ini adalah pelacuran," kata sang mufti sebagaimana dikutip media Arab Al Arabiya.

Namun beberapa ulama Sunni menganggap praktik itu sebagai bentuk syah dari "perang suci" atau "jihad". Namun fatwa-fatwa mendukung praktik seperti itu baru muncul setelah terjadinya konflik Syria. Dalam praktiknya seorang "pejuang" boleh mengadakan perjanjian kawin singkat dengan seorang wanita. Singkat di sini berarti dalam hitungan jam atau bahkan menit, sehingga seorang wanita bisa mengadakan kawin kontrak dengan beberapa pejuang dalam sehari. Tidak disebutkan apakah dalam kawin kontrak itu dipenuhi syarat-syarat perkawinan yang diwajibkan dalam hukum Islam, sebagaimana kawin mut'ah, misalnya.

Dalam perkembangannya fatwa-fatwa ulama Sunni, terutama dari kalangan wahabi, bahkan menjadi sangat "liar", seperti bolehnya para mujahilin memperkosa wanita-wanita Syria yang tertawan.

Friday, 20 September 2013

JAKSA TURKI DAKWA PEMBERONTAK SYRIA GUNAKAN SENJATA KIMIA

Meski ditolak oleh Rusia dan dikecam kalangan analis independen, laporan penyelidikan PBB terhadap panggunaan senjata kimia di Syria tidak bisa dengan tegas menyebutkan pemerintah Syria sebagai pelaku serangan senjata kimia. Justru, berbagai laporan yang menyebutkan pemberontaklah sebagai pelaku serangan, semakin melimpah.

Setelah pengakuan mantan tawanan pemberontak asal Italia dan Belgia yang mengklaim pemberontaklah sebagai pelaku serangan senjata kimia, beberapa media internasional termasuk Russia Today, baru-baru ini melaporkan tentang tuntutan jaksa Turki terhadap para pemberontak Syria terkait kepemilikan senjata kimia gas sarin.

Dalam dakwaan yang dikirim kepada pengadilan di kota Adana di Selatan Turki itu disebutkan bahwa para pemberontak Syria telah memesan dan menerima bahan-bahan kimia berbahaya dari Turki. Tuntutan tersebut merupakan tindak lanjut dari kasus penyitaan tabung-tabung silinder berisi gas sarin milik para anggota kelompok Al Nusra Front (jaringan Al Qaida) di Selatan Turki, tgl 28 Mei lalu.

Menurut laporan berbagai media massa, benda-benda tersebut ditemukan di salah satu rumah yang ditempati anggota Al Nusra Front yang kini tengah menjalani penahanan penyidikan.

Sebanyak 5 warga Turki dan seorang warga Syria bernama Haitam Kassap, telah ditangkap dalam kasus ini. Jaksa penuntut selanjutnya mengajukan tuntutan setebal 132 halaman yang berisi bukti-bukti keterkaitan mereka dengan kelompok-kelompok teroris yang kini tengah berperang di Syria. Dalam dokumen tuntutan disebutkan juga bahwa beberapa kelompok teroris salafi berusaha membuat jaringan untuk melakukan serangan teroris di dalam wilayah Turki. Menurut penyidikan tersebut kelompok al-Nusra Front dan Ahrar al-Sham telah mencoba membeli sejumlah besar gas sarin dan bahan-bahan kimia berbahaya lainnya.

Jaksa percaya para pelaku telah mencoba mendapatkan bahan-bahan kimia itu dari Turki untuk selanjutnya mengirimkannya ke Syria. Berdasarkan sadapan komunikasi yang diperoleh jaksa, diketahui para pemberontak Syria itu mencoba membeli 10 ton bahan-bahan kimia berbahaya.

“Klaim bahwa mereka tidak mengetahui pembuatan gas sarin dari bahan-bahan kimia yang mereka beli itu terbantahkan setelah mereka memberikan kesaksian," tulis dokumen penuntutan tersebut.

Pemerintah Syria sendiri telah memberikan beberapa laporan kepada PBB tentang serangan-serangan senjata kimia oleh pemberontak serta temuan-temuan bahan-bahan kimia berbahaya miliki pemberontak. Namun pemerintah Syria justru mendapat tekanan politik dari Amerika dan sekutu-sekutunya setelah terjadinya peristiwa serangan senjata kimia yang menewaskan lebih dari 1.000 orang di Ghouta, Damaskus, tgl 21 Agustus lalu.

IRAN BANGSA MAWALI?

"Jika telah terjadi pertempuran - pertempuran, maka Allah akan membangkitkan Golongan MAWALI (Orang - Orang Islam Non Arab). Mereka adalah para penunggang kuda yang lebih mulia dari Orang Arab dan senjatanya lebih bagus. Allah akan meneguhkan agama ini melalui mereka."{HR.Hakim dan Ibnu Majah}

Lalu siapakah yang dimaksud dengan Golongan Mawali itu?? Sebab saat ini terdapat banyak bangsa Muslim yang non Arab. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, mari kita simak perbincangan salah seorang sahabat yang bernama Ubay bin Ka'ab RA dengan Rasulullah S.A.W, ketika turun ayat 38 dari Surah Muhammad:

"Itulah kalian, kalian diseru untuk membelanjakan harta kalian pada jalan Allah, maka di antara kalian ada yang kikir, dan barangsiapa yang kikir maka sesungguhnya kekikirannya atas dirinya. Dan Allah Maha Kaya sedang kalian kikir," kata Rosulullah. Selanjutnya beliau membacakan sebagian ayat Surat Muhammad:

"DAN JIKA KALIAN BERPALING NISCAYA DIA AKAN MENGGANTI KALIAN DENGAN KAUM YANG LAIN YANG MANA MEREKA TIDAK AKAN SERUPA DENGAN KALIAN."

Terkait ayat ini, Ubay bin Ka'ab ra bertanya kepada Rasulullah saw ; Ya Rasulullah ,siapakah mereka yang jika kami berpaling, maka mereka akan menggantikan kami ? Saat itu, Salman Al-Farisi ra berada disamping Nabi saw. Maka Beliau saw bersabda ; "Mereka adalah orang Persia ini dan kaumnya." {HR.Hakim, dengan sanad Shahih}

INI BUKAN TERORIS, IDIOT! (2)

Setelah munculnya postingan pertama "INI BUKAN TERORIS, IDIOT!", saya pun melihat berita tentang Polri yang mengajak kerjasama BIN untuk membongkar aksi-aksi terorisme terhadap aparat kepolisian.

Itu semua hanyalah "lips service" belaka karena semuanya adalah by design. Sebagaimana saya pernah menantang polisi untuk membongkar kasus pencurian ratusan dinamit beberapa waktu lalu yang hingga sekarang tidak pernah bisa dibongkar, kali ini pun saya menantang polisi untuk mengungkap pelaku dan dalangnya serta motif di balik penembakan-penembakan polisi di keramaian Jakarta. 

Akhir-akhir ini warga Kota Medan kembali dibuat resah dengan aksi pemadaman listrik sesuka hati oleh PLN, tanpa pernah ada penjelasan dari PLN apalagi ganti rugi kepada masyarakat (meski PLN menerapkan kebijakan denda yang ketat untuk setiap keterlambatan pembayaran listrik). Tindakan PLN ini jelas telah menimbulkan dampak negatif yang luar biasa besar. Namun meski sudah terlalu sering terjadi, tidak pernah ada sanksi apapun terhadap para pejabat PLN. Dirut PLN masih bisa "cengengesan" di hadapan media massa, dan mantan dirutnya yang tidak pernah bisa mempertanggungjawabkan "inefisiensi" (istilah halus dari dugaan penggelapan atau korupsi) PLN senilai puluhan triliun rupiah, bisa melenggang menjadi kandidat presiden. Ruar wiasa!

Jika negara ini benar-benar masih memiliki tatanan hukum, sosial dan politik serta masih memiliki pemerintahan yang berfungsi melindungi kepentingan rakyat, tindakan PLN seperti ini tentu tidak akan terjadi. Di negara-negara barat, aksi pemadaman listrik seperti ini akan dianggap sebagai ketidak profesionalan perusahaan penyedia listrik dan para eskutif perusahaan tersebut pasti sudah dipecat dengan tidak hormat, atau dipaksa mengundurkan diri. Sedang di negara-negara totaliter seperti China, para pejabat perusahaan itu pasti sudah dihukum penjara karena dianggap melakukan tindakan subversif.

Maka tidak ada alasan lagi bagi aparat penegak hukum Indonesia untuk membiarkan para pejabat PLN seenak perutnya mematikan aliran listrik tanpa sanksi apapun. Polisi harus menangkap mereka. Kalau pun polisi menolak, TNI wajib untuk "mengamankan" mereka karena apa yang mereka lakukan sudah menimbulkan keresahan sosial dan kerugian ekonomi yang luar biasa besar.

Monday, 16 September 2013

KONFLIK MILITER AMERIKA-RUSIA TELAH TERJADI

IRAN PASTIKAN DAPATKAN RUDAL S-300 RUSIA


"Menghantam Damaskus sama dengan menghantam Moskow, dan kami telah menghilangkan kalimat "telah menembak jatuh 2 rudal" dalam pernyataan resmi kami demi menjaga hubungan bilateral dan menghentikan eskalasi. Maka dari itu, Anda harus segera mempertimbangkan kembali kebijakan-kebijakan, pendekatan-pendekatan dan kehendak-kehendak Anda terkait krisis Syria sebagaimana Anda harus percaya bahwa Anda tidak bisa mengabaikan keberadaan kami di kawasan Laut Tengah."

Demikianlah ancaman yang disampaikan kepala dinas inteligen Rusia kepada mitranya di Amerika perihal ditembak jatuhnya 2 rudal balistik Amerika oleh sistem pertahanan udara Rusia beberapa waktu lalu. Perkataan itu lah yang sebenarnya menjadi dasar "mundur"-nya Amerika dan sekutu-sekutunya dari rencana menyerang Syria, setelah menyadari bahwa Rusia telah siap mati membela sekutunya itu.

Sebagaimana telah ditulis di blog ini pada tgl 3 September lalu (lihat di sini) telah terjadi insiden peluncuran 2 rudal ballistik di Laut Mediterania yang mengarah ke Syria. Namun sampai saat itu masih simpang siur, siapa sebenarnya yang telah menembakkan rudal-rudal itu dan untuk tujuan apa, serta bagaimana "nasib" kedua rudal itu. Blog ini menyebutkan rudal-rudal itu ditembakkan oleh kapal selam Israel dengan maksud untuk memancing intervensi militer Amerika terhadap Syria. Namun informasi yang lebih valid menyebutkan hal yang berbeda. Israel tidak tahu-menahu mengenai rudal-rudal itu, yang ternyata ditembakkan dari pangkalan NATO di Spanyol. Radar-radar canggih Rusia segera berhasil melacak rudal-rudal itu dan rudal-rudal pencegat S-300 atau Alexander yang ditempatkan di Syria atau di kapal-kapal perangnya di Laut Mediterania, menembaknya di udara sebelum mencapai sasaran. Selanjutnya Rusia menggunakan insiden itu untuk menekan Amerika hingga membatalkan rencana serangan militer terhadap Syria.

Dan seperti terlihat kemudian, satu demi satu pemimpin barat mengundurkan diri dari rencana serangan terhadap Syria. Demi menyelamatkan muka Amerika, Rusia pun mengajukan proposal penyerahan senjata kimia Syria yang langsung disetujui Amerika dan semua negara barat. Hanya para pemberontak Syria, Turki dan negara-negara Arab badui saja yang masih sempat berteriak-teriak: "serang Syria!", namun segera diam setelah Liga Arab pun akhirnya menyetujui usulan Rusia.

Bagi Rusia, "kesalahan berujung kekalahan Amerika" itu dipergunakan untuk memperkuat posisinya di Timur Tengah. Selain penambahan armada kapal perang di Laut Mediterania, Rusia juga dipastikan mempercepat pengiriman rudal-rudal S-300 ke Syria dan melanjutkan kembali pengiriman rudal yang sama ke Iran yang sempat dibatalkan.

Friday, 13 September 2013

INI BUKAN TERORIS, IDIOT!

Apa hubungan aktor terkenal Hollywood Harrison Ford dengan terorisme?

Dahulu saya termasuk penggemar berat Horrison Ford. Sejak menyaksikan film pertama sekual "Indiana Jones", "Raiders of the Lost Ark" saya langsung menjadi penggemar setia film-filmnya. Sejak itu hampir semua film Ford tidak pernah saya tinggalkan: "The Temple of Doom", "Last Crusade", "Witness", "Fugitive", dan tentu saja "Clear and Present Danger".

Film terakhir itu sangat berarti bagi saya karena darinyalah timbul inspirasi untuk menulis sebuah opini, yang tanpa saya duga ternyata dimuat di harian Kompas. Padahal saat itu, tahun 1995 dan saya masih seorang mahasiswa, itulah tulisan pertama saya yang saya coba kirimkan ke media massa, dan menulis opini di Kompas dianggap sebagai salah satu capaian tertinggi intelektualisme di Indonesia.

Namun seiring berjalannya waktu dan saya kemudian menjadi terobsesi dengan "teori konspirasi", Harrison Ford saya masukkan ke dalam daftar tokoh-tokoh zionis yahudi. Yang pertama mengingatkan saya tentang hal ini adalah Philip Marlow, pengelola blog "Incogman.net" yang cukup dikenal di kalangan para "pencari kebenaran" di dunia maya. Saya pun menemukan kaitan sebagian besar film-film Harrison Ford dengan zionisme dan jehudaisme. Lihat saja film-film "Indiana Jones" yang selalu berkaitan dengan sejarah yahudi, mulai dari "tabut Nabi Sulaeman" hingga "perahu Nabi Nuh", selain propaganda legenda "holocoust". Dan tentu saja fakta bahwa Harrison Ford adalah salah seorang "anak emas Hollywood" yang sepenuhnya dikuasai orang-orang yahudi. Dalam satu film, untuk menunjukkan re-generasi "anak emas Hollywood", Harrison Ford dipasangkan dengan penggantinya, Bratt Pitt, sebagaimana dulu ia mewarisi gelar itu dari Sean Connery saat bermain bersama dalam film "The Last Crusade".

Maka ketika saya mendengar Harrison Ford bertingkah polah tidak sopan di kantor Menteri Kehutanan baru-baru ini, saya sangat sangat sangat tidak heran. Saya justru heran jika ada seorang zionis yang sopan, santun dan rendah hati. Dan ketika orang-orang "idiot" mencoba memperbaiki nama baik Harrison Ford dengan mengatakan: "Harrison Ford bermaksud memperbaiki AC yang mati di ruang tunggu Menteri Kehutanan," saya hanya tersenyum geli. Sejak kapan Harrison Ford menjadi tukang servis AC?

Mohon ma'af sebelumnya kalau ada yang menganggap saya seorang "rasis". Saya bukan anti-yahudi, namun saya anti zionisme dan anti terhadap kharakter watak orang-orang yahudi yang cenderung jahat. Saya menyadari sepenuhnya tidak semua orang yahudi jahat. Ada orang-orang seperti Gilad Atzmon yang pembela hak-hak Palestina, ada orang-orang yahudi Arab dan yahudi Persia (Iran) yang menolak pindah kewarganegaraan ke Israel dan memilih Arab dan Iran sebagai negerinya sendiri. Bahkan Nabi Muhammad S.A.W sendiri memperistri seorang wanita yahudi dan seorang nasrani.

IRAN: ANCAMAN IRAN DI BALIK MUNDURNYA AMERIKA DARI SYRIA

Seorang politisi Iran mengklaim bahwa mundurnya Amerika dari rencana intervensi atas Syria disebabkan oleh ancaman Iran terhadap Amerika.

"Ketika para komandan militer Iran menyatakan Syria sebagai "garis merah" (yang tidak boleh dilangkahi) serta sikap tegas Ayatollah Seyyed Ali Khamenei terhadap perkembangan Syria, Amerika langsung menyadari bahwa Iran adalah negara superpower di kawasan yang bisa melukai Amerika, dan tidak ada kekuatan yang bisa mengabaikan peringatan Iran," kata anggota Komisi Luar Negeri Parlemen Iran Javad Karimi Qoddousi, kepada media massa Iran, Rabu (11/9).

Menurut Qoddousi, menanggapi sikap tegas Iran itu para pejabat Amerika akhirnya bersikap realistis dengan memilih untuk tidak menanggung resiko kekalahan militer menyakitkan yang takkan terlupakan sejarah yang bisa menghancurkan karier politik mereka.

Qoddousi menegaska bahwa Syria dianggap sebagai jantung semangat perlawanan anti Israel, dan negara-negara pendukungnya telah bertekad untuk mendukungnya menghadapi Amerika. Qoddousi menambahkan, kemungkinan reaksi keras dari Hezbollah dan Syria juga menjadi pertimbangan Amerika untuk mundur.

“Amerika menyadari bahwa jika mereka menyerang Syria, kapal-kapal perang mereka di Laut Mediterania akan dihantam oleh rudal-rudal,” kata Karimi Qoddousi.

Ancaman serangan Amerika terhadap Syria yang menjadi kekhawatiran utama masyarakat dunia berpangkal dari tuduhan Amerika bahwa pemerintah Syria sebagai pelaku serangan senjata kimia di luar kota Damaskus tgl 21 Agustus lalu, yang menewaskan ratusan warga sipil. Sejak awal tuduhan tersebut dibantah oleh Syria, Rusia dan Iran yang justru balik menuduh para pemberontak dukungan Amerika-lah yang telah melakukan serangan tersebut. Media-media massa "utama" global cenderung mendukung tuduhan Amerika, namun media-media independen mendukung klaim pemerintah Syria.

Wednesday, 11 September 2013

MANTAN TAWANAN UNGKAPKAN TENTANG PELAKU SERANGAN SENJATA KIMIA


Akhirnya ketegangan konflik Syria mereda untuk sementara setelah negara-negara yang terlibat dalam konflik -- kecuali negara-negara Arab badui, setuju dengan proposal Rusia untuk menyerahkan senjata kimia pemerintah Syria kepada PBB. Namun seiring dengan itu satu demi satu bukti terkuak, bahwa pelaku serangan senjata kimia di Syria adalah pemberontak.

Kali ini dua orang mantan tawanan pemberontak Syria yang mengungkapkan fakta tentang konspirasi zionis internasional untuk memojokkan Syria dengan isu senjata kimia. Kedua tawanan tersebut, jurnalis Italia Domenico Quirico dan peneliti Belgia Pierre Piccinin, mengaku telah mendengar percakapan para pemberontak tentang keterlibatan mereka dalam serangan senjata kimia yang menewaskan lebih dari seribu warga sipil di berbagai wilayah di luar Damaskus bulan Agustus lalu. Pengakuan tersebut dikatakan keduanya setelah keduanya mendarat di bandara Roma Italia tgl 9 September lalu, mengakhiri penawanan mereka oleh pemberontak Syria yang berlangsung selama 5 bulan lebih.

"Ini adalah kewajiban moral untuk mengatakannya. Pemerintah Bashar al-Assad tidak menggunakan senjata gas sarin atau senjata kimia lainnya di sekitar Damascus,” kata Piccinin dalam wawancara dengan stasion radio "Belgian RTL".

Menurut pengakuan Piccinin, mereka berdua mendengar percakapan antara 3 orang yang berbahasa Inggris menggunakan media "Skype". Ia mendengar salah seorang pemberontak itu mengatakan, "serangan kimia di 2 kawasan di luar Damascus dilakukan oleh pemberontak sebagai provokasi barat untuk melakukan intervensi militer.”

Keduanya mengecam berbagai ancaman yang dikeluarkan Amerika terhadap Syria terkait isu serangan senjata kimia tersebut. Penurut pengakuan Quirico, mereka berdua telah mengalami berbagai penyiksaan selama menjalani penahanan, dipukuli setiap hari dan 2 kali mengalami eksekusi palsu. Keduanya masuk ke Syria dari Lebanon pada tgl 6 April. Pada tgl 9 April keduanya ditangkap pemberontak saat keduanya tengah dalam perjalanan menuju Homs.

Tuesday, 10 September 2013

KUINGIN MENCIUM KAKIMU

Saya baru membaca 2 tulisan "menyeramkan" karya Yukon Jack dan Gordon Duff dari "Veterans Today" tentang prospek perang nuklir sebagai dampak dari konflik Syria yang kini menjadi "liar" dan tak terkendalikan, setelah Presiden Amerika Barack Obama (ber-ibu seorang wanita yahudi, dan karenanya secara otomatis dianggap sebagai orang yahudi juga. Kepada orang-orang seperti ini secara otomatis Isreal menganggapnya sebagai warganegaranya juga, bahkan mungkin sudah menyiapkan passport untuknya) berkukuh untuk melakukan serangan militer terhadap Syria. Namun demi tulisan ini, saya sangaja menunda dulu pembahasan tentang analisa dan "ramalan" Jack dan Duff tersebut di atas.

Sebagai penggemar lagu-lagunya Yanni, Flim and The BB's atau Dewa Budjana, saya tentu merasa geli mendengar lagu-lagu yang dibawakan oleh Julia ini. Bagi saya mendengar lagu-lagu itu seperti mendengar lagu-lagu yang dibawakan (mohon ma'af) para penyanyi Malaysia, kalah jauh dibandingkan kualitas lagu-lagu yang dibuat oleh para musisi Indonesia. Namun setelah menyimak lirik-liriknya, hati saya terguncang dan tanpa sadar mata saya pun menitikkan air mata.

Di tengah-tengah dunia modern yang dipenuhi dengan kebohongan dan kemunafikan, apa yang diungkapkan pada lirik-lirik itu adalah suatu kejujuran yang langka. Apalagi jika kejujuran itu tentang sesuatu yang inspiratif, sangat beralasan kalau saya menjadi terkesima karenanya.

Meski Julia Boutros adalah seorang penyanyi populer Lebanon yang beragama Kristen, lagu-lagunya dipenuhi dengan lirik-lirik pujian kepada Hizbollah. Dan yang mengguncangkan saya adalah semua penggemar yang mencerminkan keseluruhan warga Lebanon, ternyata menyukai dan hafal dengan lagu-lagu itu. Padahal sebagaimana Julia, sebagian besar mereka adalah orang-orang elit Kristen, atau sekuler, terlihat dari sedikitnya mereka yang mengenakan jilbab atau identitas Islam lainnya. Sebaliknya sebagian besar mereka justru mengenakan jas dan dasi, dan para wanitanya mengenakan gaun pesta.

Julia yang lahir di Beirut 1 April 1968 di tengah keluarga penganut Kristen Orthodox Yunani yang taat, sekolah di Rosary Sisters Schools dimana ia mulai menyanyi di paduan suara sekolahnya. Pada umur 12 tahun ia mulai rekaman dengan lagu pertamanya berjudul "A Maman". Selain lagu-lagu berbahasa Arab, ia juga mengeluarkan beberapa lagu berbahasa Perancis seperti "C'est la Vie" dan "Viens dans Ma Vie". Pada bulan Oktober 2006, Julia merilis single berjudul "Ahibaii" (My loved ones). Liriknya berasal dari surat yang dikirim pemimpin Hizbollah Hassan Nasrallah kepada para pejuang Hizbollah yang tengah berperang melawan Israel di Lebanon Selatan tahun 2006. Hasil penjualan album itu yang mencapai $3 juta semuanya disumbangkan untuk para pejuang dan korban perang.

Dan inilah sebagian dari lirik lagu yang dibawakan Julia.

Saturday, 7 September 2013

BILA OBAMA - PUTIN SALING EJEK

(DUKUNGAN PUBLIK UNTUK RENCANA SERANGAN SYRIA YANG RENDAH)


"Apakah saya harus takut pada orang kurus itu?"

Demikian kata Presiden Rusia Vladimir Putin menyindir Presiden Amerika Barack Obama dalam acara konperensi pers bersama di akhir pertemuan puncak negara-negara maju G-20 di St. Petersburg, Rusia, Jumat kemarin (6/9).

Perkataan Putin tersebut disampaikan sebagai tanggapan atas kecaman bernada kasar yang disampaikan Obama terhadap Putin sehubungan dengan konflik Syria di mana Amerika dan Rusia berada pada dua kubu yang saling bermusuhan. Di antara kecaman tersebut adalah sebutan yang diberikan Obama kepada Putin, yaitu jackass alias "bodoh".

“Semua orang disini menganggap Anda sebagai seorang jackass," kata Obama dalam konperensi pers tersebut, menunjuk pada Putin yang berdiri di sebelahnya.

Tidak hanya Putin yang terkesima, para awak media pun berdiri mematung mendengar perkataan bernada kasar yang disampaikan dalam keterangan pers yang berlangsung selama 10 menit tersebut. Putin yang bertindak sebagai tuan rumah hanya menyipitkan matanya mendengar ocehan Obama tersebut.

Tidak hanya tentang Syria, atau kasus mata-mata Amerika Snowden yang membelot ke Rusia, Obama juga mengejek Putin dengan kebijakan-kebijakan internal Rusia.

“Perhatikan, saya tidak hanya berbicara tentang Snowden dan Syria. Bagaimana dengan Pussy Riot? Bagaimana dengan undang-undang anti-homoseksual? Tindakan-tindakan yang bodoh, kawan!"

Sebagaimana diketahui, Rusia baru saja mensahkan UU anti-homoseksual yang di negara-negara barat justru berkebalikan, memberikan perlindungan kebebasan kepada para homoseksual, termasuk hak menikah sesama jenis. Sementara Pussy Riot adalah sekelompok wanita anarkis yang misinya menghancurkan nilai-nilai tradisional Rusia, terutama terkait dengan masalah agama di mana Rusia secara tradisi termasuk negara yang konservatif dengan mayoritas rakyatnya adalah pengikut Katholik yang ta'at. Beberapa aksi kontroversi Pussy Riot adalah melecehkan gereja-gereja dan mengadakan "pertunjukan seni" seks di dalam museum. Akibat aksi-aksinya tersebut beberapa personil Pussy Riot harus menjalani hukuman penjara.

“Jika Anda berfikir hanya saya yang berfikir demikian, Anda bergurau," kata Obama sembari menunjukkan jarinya ke arah Putin.

"Tanyakan pada Angela Merkel. Tanyakan pada David Cameron. Tanyakan pada orang Turki itu (Erdogan). Mereka semua berfikir bahwa Anda adalah orang bodoh (menggunakna istilah "dick", alat kelamin laki-laki)!"

Perang Suriah dan Nalar Kemanusiaan

Dina Y. Sulaeman*


"Pemerintahan Assad cukup buruk sehingga mungkin saja menggunakan senjata kimia, tetapi apakah mereka cukup gila untuk melakukannya? Untuk melancarkan serangan senjata kimia di Damaskus tepat pada hari yang sama ketika Inspektur Senjata Kimia PBB datang ke Damaskus? Ini pasti definisi baru dari kegilaan. Dan bila Assad sedemikian buruk dan gilanya, bagaimana mungkin dulu PM Tony Blair mengundangnya ke London, bahkan diterima Ratu di Istana Buckhingham?"

(George Galloway, anggota parlemen Inggris)


Common sense alias akal sehat adalah frasa yang diulang-ulang oleh beberapa tokoh dunia dalam menyikapi serangan senjata kimia di Suriah yang terjadi di Ghouta, pinggiran Damaskus, tanggal 21 Agustus lalu. Vladimir Putin, Presiden Rusia, di Vladivostock(30/8) mengatakan, "Kita harus bersandar pada akal sehat. Tentara Suriah sedang dalam posisi ofensif dan tengah mengepung para pemberontak di beberapa wilayah. Dalam kondisi seperti ini, amat konyol bila menyerahkan kartu truf kepada mereka yang selama ini selalu menyerukan intervensi militer asing, apalagi dilakukan tepat ketika datangnya misi inspeksi PBB."

Tentu saja, Assad pun mengatakan hal senada, "Adakah negara yang menggunakan senjata kimia atau senjata pemusnah massal di sebuah tempat dimana pasukannya sendiri terkonsentrasi disana? Hal ini jelas bertentangan dengan akal sehat!"

George Galloway, dengan berapi-api mengingatkan anggota Parlemen Inggris agar menggunakan logikanya, "Pemerintahan Assad cukup buruk sehingga mungkin saja menggunakan senjata kimia, tetapi apakah mereka cukup gila untuk melakukannya? Untuk melancarkan serangan senjata kimia di Damaskus tepat pada hari yang sama ketika Inspektur Senjata Kimia PBB datang ke Damaskus? Ini pasti definisi baru dari kegilaan. Dan bila Assad sedemikian buruk dan gilanya, bagaimana mungkin dulu PM Tony Blair mengundangnya ke London, bahkan diterima Ratu di Istana Buckhingham?"

Ya, pada tahun 2002, Bashar Assad dan istrinya, Asma, melakukan kunjungan kenegaraan ke Inggris. Selain bertemu dengan Ratu Elizabeth, Blair pun menjamunya makan siang. Bahkan, baru-baru ini, media Inggris mengungkap bahwa Blair pun saat itu mengupayakan agar Assad diberi gelar ksatria kehormatan oleh Ratu. Namun hal ini batal dilakukan. Agaknya karena Assad tetap menolak menghentikan konfrontasinya dengan Israel. Bahkan dalam jumpa pers bersama Blair, Assad dengan tegas menolak tuduhan bahwa pihaknya melindungi organisasi teroris. Menurutnya, kantor Hamas dan Jihad Islam yang berada di Damaskus adalah "kantor juru bicara rakyat Palestina", bukan kantor teroris.

Ketika akhirnya Parlemen Inggris menolak keinginan PM Cameron untuk bergabung dengan AS menyerang Suriah, Putin berkomentar, "Ini tidak disangka-sangka, tapi menunjukkan akal sehat."

Ya, akal sehat. Nalar. Inilah yang agaknya sulit ditemukan dalam analisis konflik Suriah yang disampaikan oleh pihak-pihak pro-pemberontak. Tanpa menunggu bukti penyelidikan dari PBB, Obama dan rekannya Cameron bersuara keras menuduh Assad sebagai pelakunya. Dari Israel, hanya beberapa jam setelah kejadian, Menteri Perang Israel, Moshe Yaalon, mengklaim bahwa pihaknya sudah mengetahui siapa pelaku serangan senjata kimia yang menewaskan ratusan rakyat sipil itu. Tak lain, tentara Assad, kata Yaalon. Dan seperti biasa, media massa mainstream, yang (anehnya) bekerja sama dengan media-media berlabel Islam, dengan segera menyebarluaskan foto-foto dan video korban senjata kimia, yang memicu keprihatinan luas publik dunia.

Seperti biasa pula, para facebooker dan blogger –lah yang segera berjuang melawan hegemoni media "mainstream" dengan cara memberikan pengimbangan berita. Dengan cepat mereka menyebarluaskan ‘penemuan' mereka. Ternyata, foto korban senjata kimia Suriah yang disebarluaskan oleh Al Jazeera dan Reuters sudah diunggah sehari sebelum kejadian. Bahkan mereka menemukan video yang memperlihatkan beberapa aktor sedang berakting terkena gas kimia. Juga, mereka mendeteksi keanehan video yang disebarluaskan, antara lain, bila dalam rekaman tersebut benar korban gas sarin, mengapa tim penolong yang datang tidak mengenakan masker? (Gas sarin sangat mudah menyebar dari tubuh-tubuh yang terkena, termasuk yang sudah menjadi mayat; blogger)

SERANG SYRIA, AMERIKA AKAN GUNAKAN PEMBOM STRATEGIS

(RUSIA KIRIM LEBIH BANYAK KAPAL PERANG)

 Amerika dikabarkan bakal menggunakan kekuatan penuh untuk menghancurkan kekuatan militer Syria, di antaranya dengan pesawat-pesawat pembom strategis B-52 dan B-2 yang diterbangkan langsung dari Amerika. Pembom-pembom itu akan dilengkapi dengan rudal-rudal "udara ke darat" yang mempu menghancurkan target-target tetap maupun yang bergerak.

Demikian informasi yang disampaikan beberapa pejabat militer Amerika kepada media Amerika ABC News dan CNN baru-baru ini.

"Tim keamanan nasional yang dibentuk Presiden Barack Obama tengah mempersiapkan sebuah operasi militer yang "serangan militer yang lebih besar dari yang pernah diantisipasi," lapor ABC News mengutip pejabat tersebut.

Menurut pejabat tersebut, dampak serangan yang bakal dilakukan selama 2 hari diperkirakan akan jauh lebih hebat daripada yang telah dilakukan pemberontak selama 2 tahun lebih.

“Serangan udara yang diperkirakan akan berlangsung setidaknya selama 2 hari akan menggunakan rudal-rudal dan bom-bom jarak jauh yang ditembakkan dari pembom-pembom B-2 dan B-52 yang terbang dari Amerika," tambah laporan tersebut.

Serangan tersebut bakal dikombinasikan dengan serangan rudal-rudal jelajah Tomahawk yang diluncurkan dari kapal-kapal perang Amerika di kawasan Timur Laut Mediterania. Kapal-kapal tersebut dilengkapi dengan hampir 200 rudal Tomahawk.

Sementara itu dalam wawancara dengan televisi CNN, seorang pejabat militer Amerika lainnya memperkuat pernyataan sebelumnya dengan menyebutnya sebagai salah satu pilihan.

"Kita dapat menembakkan senjata-senjata dari pesawat semudah kapal perang atau kapal selam. Asset-asset udara bisa digunakan untuk menyerang dari jarak jauh," kata pejabat tersebut.

Laporan-laporan lain mengindikasikan bahwa Amerika tengah mempersiapkan kekuatannya untuk menyerang sasaran-sasaran bergerak.

“Pilihan-pilihan baru yang tengah dibahas adalah termasuk penggunaan bomber-bomber sebagai tambahan bagi kapal-kapal perang di Mediterania,” tulis The Wall Street Journal baru-baru ini.

Friday, 6 September 2013

RUSIA PUNYA "RENCANA KHUSUS" UNTUK SYRIA DAN IRAN

“Kami punya pandangan tentang apa yang akan kami lakukan dan bagaimana kita akan melakukannya terkait situasi yang berkembang di Syria yang mengarah pada penggunaan kekuasan senjata. Kami telah memiliki rencana," kata Presiden Rusia Vladimir Putin kepada awak media Associated Press dan televisi pemerintah Rusia Channel 1 , di kediaman Putin di Mowkow, Rabu (4/9).

Putin tidak menyebutkan "rencana" yang akan dilakukan Rusia terkait perkembangan di Syria, namun besar kemungkinan adalah pengerahan bantuan senjata-senjata canggih besar-besaran yang akan berpengaruh signifikan terhadap keseimbangan kekuatan antara Syria dan sekutu-sekutunya dengan lawan-lawan mereka.

Wawancara yang diadakan menjelang pertemuan G-20 di St. Petersburg Rusia ini menunjukkan bahwa Rusia tidak pernah bergeser sedikit pun dari sikap teguhnya untuk mendukung regim Syria di hadapan Amerika dan sekutu-sekutunya.

Selama konflik Syria yang telah berlangsung lebih dari 2 tahun terakhir, publik dunia memang sering mendengar berbagai jenis senjata canggih buatan Rusia yang dikirim ke Syria. Sebut saja misalnya rudal anti kapal "Yakhount" dan rudal anti serangan udara "S-300". Senjata terakhir ini sangat ditakuti Amerika dan sekutu-sekutunya karena kemampuannya mendeteksi dan menembak dengan tepat berbagai sasaran secara simultan dari jarak jauh, serta daya tahannya terhadap serangan berbagai jenis senjata elektronik. Demikian takutnya Amerika dengan senjata itu hingga memaksa mereka melobi ketat PBB dan pemerintah Rusia untuk membatalkan pengiriman senjata itu ke Iran dan Syria.

Akibat tekanan PBB Rusia membatalkan pengiriman S-300 ke Iran, meski kedua negara telah meneken kontrak jual-beli beberapa unit sistem S-300. Sampai saat ini pun Rusia secara resmi membantah telah mengirim rudal-rudal S-300 ke Syria. Namun para analis militer percaya secara diam-diam Rusia telah mengirim rudal-rudal itu ke Syria, khususnya setelah ancaman serangan Amerika ke Syria semakin meningkat. Selain itu diketahui juga bahwa Syria telah memiliki beberapa unit sistem (seperangkat senjata yang meliputi radar, peluncur dan rudalnya) S-300 yang didapatkan di pasar gelap. Presiden Bashar al Assad sendiri pada bulan Mei lalu telah mengatakan secara terbuka bahwa Syria telah memiliki senjata ini.

Thursday, 5 September 2013

SYRIA TEMBAK JATUH F-22 DAN TOMAHAWK AMERIKA

Sebuah pesawat F-22 Raptor Amerika yang dianggap sebagai pesawat tempur paling canggih Amerika, dikabarkan jatuh di Utara Yordania karena tembakan sistem pertahanan udara Syria. Jika laporan ini benar maka hal itu mengkonfirmasi keberadaan sistem pertahanan udara S-300 buatan Rusia, atau bahkan yang lebih canggih lagi yaitu S-400, di Syria.

Menurut koran Oklahoman Post, mengutip sumber militer Amerika yang tidak disebutkan namanya, pesawat tersebut jatuh di Utara Yordania di dekat perbatasan Syria.

Analis militer John Blu Reed mengatakan kepada koran tersebut bahwa kemungkinan besar pesawat tersebut ditembak oleh rudal-rudal S-300 atau S-400 buatan Rusia. Meski secara resmi Rusia tidak pernah mengumumkan pengiriman rudal-rudal tersebut namun para analis telah lama memperkirakan keberadaan rudal-rudal tersebut, terutama setelah terjadinya konflik di Syria. Presiden Syria Bashar al Assad sendiri pada Mei lalu mengatakan bahwa Syria telah memiliki rudal-rudal S-300 yang sampai saat ini dianggap sebagai sistem pertahanan udara paling canggih di dunia.

Di sisi lain juga dikabarkan oleh Los Angeles Times bahwa Syria telah menembak jatuh 4 rudal jelajah Tomhawk Amerika dengan menggunakan sistem pertahan udara Bentsr 1. Rudal-rudal tersebut ditembakkan untuk menguji keampuhan pertahanan udara Syria.

IRAN: BENCANA MENUNGGU AGRESOR SYRIA

Belum pernah demonstrasi kesiapan Iran menghadapi konflik bersenjata di Syria disampaikan sejelas ini. Komandan Pasukan Pengawal Revolusi Hossein Salami berdiri di atas podium yang disetting seperti tempat perlindungan di medan perang yang dibuat dari tumpukan karung pasir. Selanjutnya ia pun berpidato dengan suara tegas,

"Kita berada di ambang pintu titik balik strategis yang terkait dengan masa depan kawasan ini dan lebih umum lagi masa depan dunia Islam. Apa yang kita saksikan saat ini adalah hasil dari kekalahan berulangkali yang telah dialami Amerika dan sekutu-sekutunya di kawasan ini .... selama lebih dari 3 dekade. Kekalahan-kekalahan itu membuat Amerika untuk mencoba memasuki pusat dari perlawanan Islam, yaitu Syria," kata Jendral Salami dengan suara bergetar dalam pidatonya yang disampaikan hari Selasa (3/9).

Salami menegaskan bahwa perang di Syria akan menjadi "permainan yang sangat berbahaya" dan meyakinkan bahwa tidak akan ada solusi militer dalam konflik Syria dan Isreal harus mempertimbangkan kembali strategi keamanannya.

Menggambarkan Timur Tengah sebagai "dunianya domino politik", Salami mengatakan, "jika adi daya dunia (Amerika) berbicara tentang konsep perang terbatas, maka itu adalah kesalahan sejarah yang terbesar."

Salami menyebutkan bahwa saat untuk melakukan "coba-coba" telah berakhir bagi Amerika, menambahkan bahwa melancarkan serangan terhadap Syria akan menjerumuskan Amerika ke dalam "jebakan waktu dan tempat".

"Siapa yang bisa menjamin bahwa jika mereka campur tangan di Syria sebagai bagian dari rencana strategis mereka, dampaknya tidak akan membahayakan keamanan nasional mereka? ... Bisakan sebuah rencana di atas kertas menghentikan kebakaran di gudang senjata?”

“Syria adalah negeri yang menjadi pilar utama perlawanan (anti-Israel), yang telah menjadi sasaran serangan keamanan, politik dan militer, meski perlawanan dari rakyat, tentara dan pemerintahnya selama 3 tahun adalah sangat membanggakan."

Memuji Syria sebagai negara yang berani menghadapi Israel selama lebih dari 5 dekade, Salami mengingatkan Amerika dan sekutu-sekutunya untuk tidak melakukan aksi militer terhadap Syria.

INSIDEN SERANGAN "FALSE FLAG" ISRAEL YANG GAGAL

(RUSIA KIRIM LAGI 2 KAPAL PERANG)

Maju mundurnya Amerika untuk menyerang Syria rupanya membuat Israel jengkel. Dalam kegalauannya itu Israel pun meluncurkan 2 rudal jelajah atau ballistik (berita running text TVOne menyebutkan sebagai rudal ballistik, yaitu rudal yang ditembakkan ke angkasa dan jatuh ke sasaran dengan gaya gravitasi. Adapun rudal jelajah adalah rudal yang sejak ditembakkan hingga mencapai saaran digerakkan dengan mesin roket atau jet dan terbang dalam ketinggian rendah dan kecepatan di bawah kecepatan suara) dengan maksud untuk memicu peperangan. Namun rudal-rudal tersebut ditembak jatuh oleh Amerika.

Satu-satunya berita yang saya dapat dari media-media Indonesia adalah running text di TVOne, hari Selasa (3/9) sebagaimana tersebut di atas. Lebih jelasnya berita tersebut berbunyi sbb: "Syria mendeteksi peluncuran 2 rudal ballistik di Laut Mediterania."

Tidak ada penjelasan tentang siapa yang meluncurkan rudal-rudal tersebut dan dalam rangka apa? Hanya diketahui kemudian Israel mengaku telah meluncurkan rudal pertahanan udara "Sparrow" sebagai bagian dari program latihan militer bersama dengan Amerika.

Klaim Israel tersebut sangat aneh. Pertama, tidak ada pengumuman sebelumnya tentang adanya latihan militer Israel-Amerika di Laut Mediterania. Kedua, peluncuran rudal "Sparrow" sama sekali bertentangan dengan spesifikasi rudal yang dideteksi oleh radar Syria dan Rusia. "Sparrow" diluncurkan oleh kapal di permukaan laut dan berdaya-jangkau jarak pendek, sementara saat itu tidak ada satupun kapal Israel berada di sekitar lokasi penembakan. Jadi jika Israel mengaku telah meluncurkan rudalnya, maka satu-satunya kemungkinan adalah peluncuran rudal balistik atau jelajah dari kapal selam "Dolphin" buatan Jerman yang dimiliki Israel.

Amerika sendiri awalnya diam seribu bahasa tentang insiden tersebut meski dipastikan dengan keberadaan kapal-kapal perangnya di kawasan itu Amerika juga mengetahui peluncuran tersebut. Amerika awalnya bahkan menolak klaim Israel tentang program latihan militer bersama, meski kemudian mendukung klaim tersebut. Namun Rusia memberikan komentar keras atas insiden tersebut meski tidak secara tegas menuduh Israel.

“Saya sangat tidak mengerti bagaimana seseorang bisa bermain-main dengan senjata dan rudal-rudal di kawasan ini, saat ini," kata wakil menhan Rusia  Anatoly Antonov kepada media massa, Selasa (3/9), merujuk pada ketegangan antara Syria-Rusia dengan Amerika di Laut Mediterania (Laut Tengah).

"Saya ingatkan bahwa Laut Mediterania berdekatan dengan perbatasan Rusia," tambah Antonov.

Saat ini di kawasan Laut Mediterania Amerika telah menempatkan 5 kapal perusak, 3 kapal selam nuklir, 4 frigat, 1 kapal angkut ampibi, dan beberapa kapal pendukung. Sementara Rusia memiliki 1 kapal jelajah berat, beberapa kapal pendukung, 2 kapal selam nuklir dan 1 kapal pengintai. Dalam waktu dekat beberapa kapal perang Amerika dan Rusia juga bakal berkumpul di kawasan itu, termasuk kapal induk USS Nimitz milik Amerika.

Wednesday, 4 September 2013

DAJJAL AMERIKA YANG TIDAK LAGI BERTANDUK

Kini saya tahu mengapa dalam sebuah nubuat Nabi Muhammad S.A.W tentang akhir jaman disebutkan bahwa Dajjal (atau anti-Christ dalam nubuat Yesus Kristus, yaitu mahluk penjelmaan iblis) melelah tubuhnya seperti lilin yang terbakar ketika bertemu dengan Nabi Isa (Yesus Kristus). Dajjal itu adalah Amerika saat ini dan Nabi Isa itu adalah Rusia.

Robert Fisk, wartawan senior Inggris, baru saja menulis artikel di harian The Independent berjudul "Once Washington made the Middle East tremble – now no one there takes it seriously". Persis seperti Dajjal yang meleleh tubuhnya, Fisk menggambarkan bagaimana Amerika telah kehilangan kekuatannya untuk mempengaruhi dunia setelah rencana serangan militer terhadap Syria yang digalangnya mendapat penolakan dari sebagian besar masyarakat dunia kecuali pemimpin Turki Tayip Erdogan, Raja Saudi, dan Sheikh Yusuf "Pentagon" Qardhawi (sebutan yang diberikan oleh ulama senior Al Azhar) dan pengikut-pengikut idiot mereka.

"Kita melihat dengan takjub betapa rendahnya wibawa yang dimiliki Amerika saat ini. Anda tahu, kita telah melihat serangkaian operasi "false flag" untuk menggulingkan pemerintahan berbagai negara. Dan publik kini mengetahuinya, kita telah berada pada titik balik karena siapapun yang menjadi penasihat Obama tidak akan mempedulikan bahwa hanya 10% rakyat yang mendukung serangan. Semua orang mengetahui semua peristiwa dimana mereka telah dibohongi. Mereka tidak lagi percaya pada laporan-laporan inteligen. Orang-orang inteligen telah kehilangan kredibilitasnya sekarang. Dan mereka pada dasarnya tidak lagi percaya pada apa yang dikatakan pemerintah kecuali mereka bisa menferifikasinya secara independen, karena mereka melihat adanya agenda tersembunyi," kata Jim W. Dean, editor senior media online independen Veterans Today dalam satu wawancara dengan televisi Iran Press TV baru-baru ini.

Amerika boleh saja mengerahkan kekuatan militernya ke sekitar Syria, namun hal itu sama sekali tidak menggentarkan Syria dan sekutu-sekutunya. Tidak mau kalah gertak, Rusia pun telah mengirim 3 kapal perang dan 1 kapal selamnya ke Laut Tengah untuk membela Syria. Jumlah kapal-kapal itu memang tidak sebanyak kapal-kapal perang yang dikerahkan Amerika. Namun jangan pernah meremehkan kapal-kapal perang yang dilengkapi rudal-rudal paling canggih di dunia seperti "Yakhount", "S-300" atau "Alexander". Rudal "Yakhount" yang paling kecil saja bisa dilengkapi hulu ledak nuklir yang mampu menenggelamkan kapal induk Amerika sekalipun. Kekuatan itu belum termasuk ribuan personil militer Rusia yang telah berada di Syria (sebagian besar menyamar sebagai konsultan teknik, penasihat militer dengan persenjataan-persenjataan canggihnya). Juga belum termasuk kekuatan Iran dan Hizbollah.

MENGAPA OBAMA "MENGKERET"?

Setelah berkoar-koar tentang kepastian serangan militer terhadap Syria, Presiden Amerika Barack Obama tiba-tiba saja "mengkeret" dengan mengatakan bahwa keputusan menyerang Syria harus mendapat persetujuan terlebih dahulu dari badan legislatif (Congress).

Apa yang sebenarnya terjadi? Bukankah dahulu Amerika tidak memerlukan dukungan Congress untuk menyerang Afghanistan, Irak dan Libya? Bahkan persetujuan DK PBB pun tidak diperlukannya. Jawabannya tidak lain adalah keteguhan sikap sekutu-sekutu Syria Hizbollah, Iran dan Rusia untuk membela Syria mati-matian.

Ceritanya terjadi sebelum peristiwa serangan senjata kimia di pinggiran Damaskus tgl 21 Agustus lalu yang diduga kuat dilakukan oleh agen-agen Israel dan Saudi, atau setelah kemenangan beruntun pasukan regim Syria di Qusayr, Homs dan Latakia dan tengah dalam posisi offensif terhadap posisi-posisi pemberontak di sekitar Damaskus.

Melihat ancaman kekalahan total pemberontak yang sudah di depan mata, para diplomat Amerika, Eropa dan Saudi pun sibuk melakukan pendekatan kepada Rusia dan Iran untuk membujuk mereka menghentikan dukungannya kepada pemerintah Syria. Kepada Rusia, kepala inteligen Saudi Pangeran Bandar menawarkan konsesi ekonomi yang menggiurkan ditambah ancaman pengerahan teroris untuk mengacaukan keamanan domestik Rusia. Sementara kepada Iran, Jeffrey Feltman, mantan diplomat senior Amerika yang bekerja untuk PBB menawarkan penghentian sanksi ekonomi dan imunitas bagi program nuklir Iran.

Kepada Rusia juga ditawarkan untuk menentukan sendiri pengganti Bashar al Assad sebagai presiden jika yang bersangkutan berhasil digulingkan. Namun bujukan-bujukan yang disertai ancaman itu tidak menggoyahkan sikap Rusia dan Iran. Maka Amerika dan sekutu-sekutunya beralih ke rencana alternatif, yaitu serangan militer.

Untuk memberi jalan bagi pilihan tersebut, dilakukanlah operasi inteligen yang oleh senator Amerika Ron Paul, disebut operasi "false flag", berupa serangan senjata kimia di Ghouta dan beberapa kawasan lain di luar kota Damaskus. Hanya satu jam setelah serangan itu, media-media massa barat sudah mengekspos insiden tersebut disertai tuduhan regim Syria sebagai pelaku serangan disusul kemudian oleh kecaman bertubi-tubi oleh para pejabat barat kepada regim Syria, ketika penyelidikan bahkan belum dimulai.

Pada saat yang sama Amerika pun kembali mengirimkan diplomat-diplomatnya untuk membujuk Rusia dan Iran sebelum rudal-rudal ditembakkan. Namun lagi-lagi gertakan itu gagal menggoyahkan keduanya. Bahkan meski Amerika meningkatkan gertakannya dengan mengirim kapal-kapal perangnya mendekati Syria. Rusia justru membalas dengan mengirim 3 kapal perangnya ke Syria. Sementara Hizbollah dan Iran tidak berhenti mengingatkan keseriusan mereka membela Syria. Syria sendiri meyakinkan sekutu-sekutunya bahwa mereka siap mempertahankan dirinya mati-matian.

BAHKAN POLITISI AMERIKA ANGGAP TUDUHAN SENJATA KIMIA SYRIA "PALSU"

(LAPORAN INTELIGEN BERASAL DARI ISRAEL)

Politisi "oposan" terkenal dan mantan anggota legislatif yang pernah menjadi capres Amerika, Ron Paul, menganggap tuduhan penggunaan senjata kimia oleh pemerintah Syria sebagai kepalsuan. Ia menyebut serangan senjata kimia di Syria sebagai operasi "false flag" yang dilakukan pemberontak dukungan Amerika untuk menyudutkan pemerintah Syria.

"Kita tidak begitu yakin tentang siapa yang meledakkan gas-gas itu. Kelompok yang kemungkinan paling diuntungkan dari kejadian itu adalah Al Qaida. Merekalah yang meledakkan gas-gas, banyak orang tewas dan kemudian menyalahkannya pada Assad," kata Ron Paul yang terkenal sebagai tokoh gerakan "oposisi" Amerika yang menamakan diri sebagai "Tea Party".

Paul mengatakan bahwa rencana intervensi militer terhadap Syria mengikuti skenario yang telah terjadi menjelang invasi atas Irak tahun 2003 ketika pemerintah Amerika menuduh regim Saddam Hussein memiliki sejumlah besar senjata pemusnah massal. Tuduhan tersebut kemudian terbukti palsu.

“Lihatlah berapa banyak kebohongan yang dikatakan kepada kita tentang Saddam Hussein. Banyak propaganda. Ini terjadi sepanjang waktu," tambah Paul.

Senada dengan pernyataan Paul, koran terkenal Amerika Wall Street Journal minggu lalu mengungkapkan bahwa tuduhan penggunaan senjata kimia oleh pemerintah Syria adalah hasil rekayasa yang dilakukan inteligen-inteligen barat.

Menurut Wall Street Journal informasi-informasi yang mendasari tindakan politik Amerika di Syria diperoleh dari dinas inteligen Israel, Mossad, yang diberikan kepada dinas inteligen Amerika CIA. Hal seperti ini juga terjadi dalam kasus Perang Irak dan Perang Libya. Dalam artikel berjudul “U.S., Allies Prepare to Act as Syria Intelligence Mounts” itu, Wall Street Journal menyebutkan:

Monday, 2 September 2013

IRAN: ISRAEL AKAN TERBAKAR JIKA SYRIA DISERANG

Para komandan militer tertinggi Iran mengingatkan bahwa setiap serangan militer terhadap Syria akan menghancurkan Israel dan negara-negara penyerang, serta membawa kerusakan hebat bagi umat manusia.

"Setiap aksi militer terhadap Syria akan menyeret negara zionis ke dalam api," kata kepala staff gabungan AB Iran Mayjend Hassan Firouzabadi kepada wartawan di Teheran, Kamis (29/8).

Menurutnya Amerika dan sekutu-sekutunya akan mengalami kerugian besar dengan mengerahkan kekuatan militernya di kawasan dan Syria selain kerusakan hebat yang bakal dialami seluruh umat manusia.

Sebaliknya Firouzabadi memuji semangat perlawanan rakyat Syria yang selama lebih dari 2 tahun mampu bertahan dari serangan kekuatan asing. Semangat itu, katanya, akan mengantarkan kepada kemenangan.

Menurut Firouzabadi, yang juga menjadi anggota Dewan Pertahanan Nasional, aksi-aksi perang yang dilancarkan Amerika terhadap berbagai negara di dunia telah menimbulkan dampak buruk bagi rakyat Amerika berupa kemiskinan dan kesengsaraan. Untuk itu ia menyerukan pada rakyat Amerika, terutama kalangan elitnya sebagaimana juga masyarakat internasional, untuk mencari cara menghentikan masalah-masalah besar yang telah ditimbulkan oleh para pemimpin Amerika terhadap masyarakat dunia.

Sementara itu peringatan lebih keras juga dikeluarkan oleh komandan Brigade Al Quds, pasukan paling elit di jajaran kemiliteran Iran. Pasukan ini merupakan kekuatan inti dari Tentara Pengawal Revolusi yang terpisah komandonya dari tentara reguler Iran dan dianggap memiliki kekuatan yang lebih besar.

Dalam sebuah rapat tertutup yang digelar minggu lalu namun bocorannya muncul di media-media massa Iran komandan Brigade Al Quds Mayjend Qassem Suleimani, meyakinkan bahwa negeri Levant (Syria, Lebanon, Palestina) merupakan landasan ke surga dan sekaligus sebagai pemakaman tentara-tentara Amerika.